Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Lengkap, Ini Daftar Gaji Pebalap MotoGP, Siapa Franco Morbidelli Rokie Tertinggi Bayarannya?

Tapi sebelum bertarung di arena sesungguhnya, berapa sih gaji tiap pebalap di MotoGP?

Penulis: Waode Nurmin | Editor: Mansur AM
TWITTER @andreadovizioso
Pebalap Ducati Andrea Dovizioso 

TRIBUN-TIMUR.COM - Pecinta sejati balap motor tak lama lagi menyaksikan jagoannya bertarung kembali.

Seri 2 MotoGP Musim 2018 digelar di Argentina, 8 April pekan depan.

Setelah mempecundangi Marq Marquez di seri perdana di Qadar, Andrea Dovizioso tetap optimistis kembali juara di Argentina. 

Tapi sebelum bertarung di arena sesungguhnya, berapa sih gaji tiap pebalap di MotoGP?

Berapa gaji pebalap MotoGP selalu jadi salah satu pertanyaan besar di kalangan fans dan jawabannya pasti dinanti.

Tribun-timur.com melansir Kompas.com, musim ini, juara dunia 2017 Marc Marquez merupakan pebalap dengan gaji paling besar menurut TSM SPORTZ.

Selain menguak pendapatan Marquez, daftar gaji seluruh pebalap juga dibuat.

Valentino Rossi yang belum mendapatkan gelar juara kesepuluh sejak 2009 berada di posisi kedua.

Sementara juara dunia 2015 Jorge Lorenzo ada di posisi ketiga.

Anda harus pernah jadi juara dunia bila ingin bergaji besar. Namun, jika Anda adalah pesaing terkuat seperti Andrea Dovizioso, posisi keempat sudah cocok untuk Anda.

Johann Zarco dan Danilo Petrucci adalah pebalap tim satelit yang upahnya paling besar.

Sementara rookie yang paling tinggi bayarannya adalah Franco Morbidelli dan Thomas Lüthi.

Pebalap Malaysia Hafizh Syahrin tidak masuk dalam daftar yang dibuat pada Agustus 2017 ini karena dia resmi bergabung dengan Yamaha Tech3 pada bulan lalu.

Dijelaskan, tidak semua informasi pada daftar akurat. Ada beberapa pebalap yang digaji di bawah 500.000 dollar AS, tetapi mereka mendapat tambahan bila finis 10 besar atau pole positition.

Beberapa gaji pebalap diestimasikan karena tidak pernah dipublikasikan sebelumnya.

Daftar gaji pebalap MotoGP 2018:

Marc Marquez – Repsol Honda Team (11,5 juta dollar AS atau Rp 155,9 miliar)

Valentino Rossi – Movistar Yamaha (10 juta dollar AS atau Rp 135,6 miliar)

Jorge Lorenzo – Ducati Team (8 juta dollar AS atau Rp 108,5 miliar)

Andrea Dovizioso – Ducati Team (7 juta dollar AS atau Rp 94,9 miliar)

Maverick Vinales – Movistar Yamaha (5 juta dollar AS atau Rp 67,8 miliar)

Dani Pedrosa – Repsol Honda Team (3,3 juta dollar AS atau Rp 44,7 miliar)

Johann Zarco – Monster Yamaha Tech 3 (3 juta dollar AS atau Rp 40,6 miliar)

Danilo Petrucci – Octo Pramac Racing (2,8 juta dollar AS atau Rp 37,9 miliar)

Cal Crutchlow – LCR Honda Castrol (2,5 juta dollar AS atau Rp 33,9 miliar)

Andrea Iannone – Team Suzuki Ecstar (2 juta dollar AS atau Rp 27,1 miliar)

Scott Redding – Aprilia Racing Team Gresini (1,8 juta dollar AS atau Rp 24,4 miliar)

Jonas Folger – Monster Yamaha Tech 3 (1,5 juta dollar AS atau Rp 20,3 miliar)

Álex Rins – Team Suzuki Ecstar (1,25 juta dollar AS atau Rp 16,9 miliar)

Pol Espargaró – Red Bull KTM Factory Racing (1 juta dollar AS atau Rp 13,5 miliar)

Bradley Smith – Red Bull KTM Factory Racing (850.000 dollar AS atau Rp 11,5 miliar)

Franco Morbidelli – EG 0,0 Marc VDS (650.000 dollar AS atau Rp 8,8 miliar)

Thomas Lüthi – EG 0,0 Marc VDS (650.000 dollar AS atau Rp 8,8 miliar)

Jack Miller – Octo Pramac Racing (600.000 dollar AS atau Rp 8,1 miliar)

Álvaro Bautista – Pull&Bear Aspar Team (450.000 dollar AS atau Rp 6,1 miliar)

Karel Abraham – Pull&Bear Aspar Team (450.000 dollar AS atau Rp 6,1 miliar)

Esteve Rabat – Reale Avintia Racing (400.000 dollar AS atau Rp 5,4 miliar)

Xavier Siméon – Reale Avintia Racing (250.000 dollar AS atau Rp 3,3 miliar)

Takaaki Nakagami – LCR Honda Idemitsu (250.000 dollar AS atau Rp 3,3 miliar)

Lorenzo Optimistis di Argentina

Pebalap tim Ducati asal Spanyol, Jorge Lorenzo, percaya diri dapat meraih hasil yang bagus pada balapan seri kedua MotoGP 2018 yang bakal berlangsung di Argentina pada Minggu (8/4/2018).

Pada seri perdana musim 2018, Lorenzo meraih hasil yang buruk setelah harus gagal finis karena mengalami kecelakaan.

Jorge Lorenzo
Jorge Lorenzo (Instagram)

Meski masih mengalami kesulitan mengendalikan tunggangannya, Lorenzo menyebut bahwa segala hal bisa terjadi di MotoGP, tak terkecuali di Argentina.

"Tidak ada sirkuit baik atau buruk, setidaknya itulah yang harus ditanamkan pada mental saya," kata Jorge Lorenzo dikutip BolaSport.com dari Marca.

"Ketika pergi ke sirkuit berikutnya, saya selalu berpikir dapat meraih kemenangan di sana. Saya juga melihat seperti itu di Argentina nanti, bahkan mungkin di seluruh seri MotoGP," katanya.

Namun, fakta berkata sebaliknya. Sejauh ini Autodromo Termas de Rio Hondo, Argentina, menjadi tempat yang selalu menyulitkan Lorenzo.

Mantan pebalap Yamaha tersebut belum pernah memenangi balapan di GP Argentina sejak menjalani debut pada 2014.

Hasil terbaik Jorge Lorenzo di Argentina adalah finis di posisi tiga pada MotoGP musim 2014 atau saat masih bersama Yamaha.

Kali ini, Lorenzo mengaku sudah menemukan setting-an terbaik yang diklaim bisa cocok dengan karakteristik Desmosedici GP18.

"Saya sudah pulih. Kami melakukan pekerjaan yang baik dalam mendapatkan setting-an yang baik dengan karakteristik motor saat ini," ujarnya.

"Hasilnya akan datang. Saya benar-benar yakin," ujar pemilik nomor balap 99 ini

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Daftar Gaji Pebalap MotoGP 2018", 

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved