Ini yang Buat Ustadz Abdul Somad Tak Berkutik di Hadapan Tuan Guru Bajang
Salah satunya adalah ketika UAS berada satu panggung denganGubernur NTB Tuan guru Bajang (TGB) Zainul Majdi.
TRIBUN-TIMUR.COM - Ada sejumlah cerita yang menarik dalam tour 2 hari Ustadz Abdul Somad di Sulawesi Selatan, Minggu-Senin, (26-27/3/2018).
Salah satunya adalah ketika UAS berada satu panggung denganGubernur NTB Tuan guru Bajang (TGB) Zainul Majdi.
Hal ini terjadi kala UAS berceramah di hadapan santri ponpes Asadiyah Sengkang, Kabupaten Wajo.
TGB yang tampil lebih dulu berkelakar bahwa Ustaz Somad harus mengisi ceramah di Lapangan Merdeka sampai subuh.
Candaannya ini untuk mengoreksi kekhilafan Bupati Wajo Andi Burhanuddin Unru saat sambutan.
Andi Burhanuddin menyebut nama UAS dengan Ustaz Abdullah Somad.
"Ini nambah nama. Beliau (UAS) harus potong kambing, karena bupati sudah nambah nama. Maka beliau (UAS) wajib sampai subuh ceramah. Siap-siap ustaz ya, sampai subuh," kata TGB disambut gelak tawa ribuan masyarakat yang hadir.
TGB pun tak banyak membawakan ceramah dan meminta agara UAS-lah yang lebih banyak menyampaikan tausiah.
UAS pun mememnuhi permintaan TGB. UAS berceramah lebih dari 2 jam.
Rupanya UAS adalah yunior TGB di Al Azhar Mesir.
Sehingga dalam ceramahnya UAS menyinggung jika dirinya dibayang-bayangi kehebatan TGB yang merupakan mantan santri.
"Di belakang saya ada Tuan Guru Bajang, gubernur yang hafal 30 juz, ada juga di sebelahnya Dr Muchlis Hanafi yang juga hafal 30 juz. Saya tidak melihat ke belakang nanti hilang materi saya karena melihat mereka-mereka," kelakar UAS yang disambut gelak tawa para santri dan wali santri yang hadir.
Namun UAS mengaku tak bisa lepas dari bayangan kedua hafiz itu lantaran foto keduanya ada demana-mana.
"Saya melihat ke depan sama juga ada spanduk wajah mereka. Mereka (TGB dan kawan-kawan) merem saja ada al-Baqarah di bayangannya, kalau saya merem, gelap," kata Ustaz Somad.
Meski mengaku tidak tamat saat belajar di pondok pesantren dan merasa tidak sepandai TGB, Ustaz Somad mengajak para santri serius belajar di ponpes.
"Jangan sampai ada rasa penyesalan di kemudian hari," kata Ustaz Somad.
Sementara itu TGB mengajak warga Wajo mendoakan agar Ustaz Somad senantiasa diberikan kesehatan oleh Allah SWT agar dapat meneruskan syiar Islamnya ke seluruh penjuru nusantara.
Teman Kuliah dan Penginapan
Satu di antara jamaah yang hadir saat Ustadz Somad ceramah di Wajo, adalah Anwar Sadat bin Abbul Malik.
Sebenarnya, dia pula yang mengundang Ustadz Somad datang ke Wajo.
Anwar adalah mantan anggota DPRD Sulawesi Selatan, politisi Partai Kebangkitan Bangsa, dan teman kuliah Ustadz Somad pada Universitas Al Azhar, Kairo, Mesir.
Di kampus, Anwar adalah senior, sedangkan Ustadz Somad adalah junior.
Selama di Wajo, Ustadz Somad didampingi Anwar yang kini menjadi calon Wakil Bupati.
Selama di Wajo pula, Anwar menservis habis sahabatnya itu, termasuk soal menyediakan akomodasi.

Sebenarnya, di Wajo, Ustadz Somad akan diinapkan di sebuah hotel bernama Hotel Sermani, Sengkang.
Namun, demi menghargai seniornya, dia memilih menginap di rumah Anwar.
Ustadz Somad tetap menggunakan kamar hotel yang disiapkan, namun dia hanya ganti baju, bukan untuk tidur semalaman.
Saat safari di Sulawesi Selatan, Ustadz Somad mengendarai mobil MPV premium merek Toyota Alphard bernomor polisi B 1067 KOO.
Entah, siapa pemilik mobil mewah berkode plat Jakarta tersebut.
Apakah disewa (rental) atau dipinjam.