Ratusan Gugatan Perceraian Ditangani PA Enrekang, Pemicunya 3 Faktor Ini

Ia menjelaskan, permasalahan ekonomi memang masih merupakan alasan utama dalam gugatan perceraian.

Ratusan Gugatan Perceraian Ditangani PA Enrekang, Pemicunya 3 Faktor Ini
Muh Azis Albar/Tribunenrekang.com
Pengadilan Agama Enrekang 

Laporan Wartawan TribunEnrekang.com, Muh Azis Albar

TRIBUNENREKANG.COM, ENREKANG - Kasus perceraian di Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan masih marak terjadi.

Ini dibuktikan dengan data yang diperoleh dari Pengadilan Agama Enrekang yang sudah menangani 134 perkara perceraian sejak Januari hingga Maret 2018.

Jumlah tersebut terdiri dari 109 gugatan yang masuk tahun ini dan 25 perkara yang merupakan lanjutan dari gugatan pada tahun 2017 lalu.

Bahkan, 55 perkara dari 55 pasangan di antaranya telah diputus dan dipastikan bercerai.

Menurut staf bagian penerimaan perkara Pengadilan Agama Enrekang, Rahman, ada tiga faktor utama menjadi alasan penyebab terjadinya perceraian.

Baca: 377 Gugatan Cerai Masuk PA Bone, Resmi Jadi Janda Sebanyak Ini

Baca: Kasus Perceraian di Bulukumba Didominasi Laporan Cerai Gugat

"Paling banyak faktor penyebabnya adalah masalah ekonomi, perselingkuhan, KDRT dan ditinggal pergi suaminya," kata Rahman, kepada TribunEnrekang.com, Selasa (27/3/2018).

Ia menjelaskan, permasalahan ekonomi memang masih merupakan alasan utama dalam gugatan perceraian.

"Paling banyak memang masalah ekonomi karena dari mayoritas penggugat yang didominasi perempuan banyak yang mengaku tidak dinafkahi lagi oleh suaminya," tuturnya.

Ia menambahkan, memang mayoritas profesi yang banyak mengajukan gugatan perceraian adalah petani dan pedagang.

Sementara dari kalangan Pegawai Negeri Sipil (PNS) tergolong minim, jumlahnya tak sampai 10 gugatan.(*)

Penulis: Muh. Asiz Albar
Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved