Polres Luwu Utara Bekuk Pencuri Modus Pecah Kaca

Rodo menyebut, pengejaran terhadap pelaku berawal dari Laporan Polisi LPB/ 50/III/2018/SPKT tanggal 15 Maret 2018.

Polres Luwu Utara Bekuk Pencuri Modus Pecah Kaca
chalik mawardi/tribunlutra.com
Resmob Polres Luwu Utara berhasil meringkus terduga pelaku pencuri modus pecah kaca mobil yang terjadi pelataran di RSUD Andi Djemma, Masamba. 

Laporan Wartawan TribunLutra.com, Chalik Mawardi

TRIBUNLUTRA.COM, MASAMBA - Unit Resmob Polres Luwu Utara meringkus satu orang yang diduga pelaku pencuri modus pecah kaca mobil yang terjadi di pelataran RSUD Andi Djemma, Masamba, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan.

Pelaku bernama M Ansari Abdul (25), diamankan di rumahnya, Jl Baji Dakka 2 No 10, Makassar, Selasa (27/3/2018) sekitar pukul 00.30 Wita.

"Ketika diamankan pelaku mengakui semua perbuatannya," ungkap Kanit Resmob Polres Luwu Utara, Ipda Rodo P Manik.

Rodo menyebut, pengejaran terhadap pelaku berawal dari Laporan Polisi LPB/ 50/III/2018/SPKT tanggal 15 Maret 2018.

Dimana korban Wahyu Wardani mengaku kehilangan tas berisi uang Rp 30 juta yang ia simpan di mobil yang diparkir di RSUD Andi Djemma.

Baca: Polsek Somba Opu Ringkus Pencuri Laptop di Samata Gowa

Baca: Pencuri Spesialis Masjid Diringkus saat Beraksi di Anuang

"Dari laporan itu, kami melakukan lidik terhadap pelaku ke Bank BRI Cabang Masamba tempat korban sebelumnya menarik uang," tuturnya.

Dari hasil rekaman CCTV Bank BRI, ditemukan seseorang yang diduga pelaku karena selalu memperhatikan korban ketika di bank.

Keesokan harinya diperoleh informasi dari Resmob Polres Poso, Provinsi Sulawesi Tengah, kalau juga terjadi pencurian yang dialami oleh nasabah bank.

"Setelah dilakukan koordinasi disimpulkan bahwa pelaku pencurian yang mengincar khusus nasabah bank di Masamba dengan di Poso adalah orang yang sama," jelasnya.

Ketika diamankan, Ansari mengaku tidak sendiri. Ketika mencuri ia ditemani Ramli dan Tata yang kini berstatus daftar pencarian orang (DPO) Polres Luwu Utara.

"Ansari mendapat tugas masuk ke dalam bank dan memperhatikan korban yang bertransaksi. Saat korban keluar maka ia menelepon temannya yakni Ramli dan Tata supaya mengikuti korban," tuturnya.

Dalam aksi di RSUD Andi Djemma, Ansari mengaku mendapat jatah Rp 8,5 juta. "Tersangka akan kita bawa ke Polres Luwu Utara," ujarnya.(*)

Penulis: Chalik Mawardi
Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved