Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Kemenag Sulsel Silaturahim dengan Tokoh Islam, Ini Tujuannya

Kegiatan ini mengangkat tema optimalisasi peran strategi ormas dalam menciptakan suasana kondusif dan harmoni kehidupan umat.

Penulis: Saldy Irawan | Editor: Suryana Anas
HANDOVER
Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulsel, melalui Bidang Penyuluhan Agama Islam Zakat dan Wakaf menyelenggarakan silaturahim dengan tokoh Agama Islam, Senin (26/3/2018). 

Laporan wartawan Tribun Timur, Saldy

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulsel, melalui Bidang Penyuluhan Agama Islam Zakat dan Wakaf menyelenggarakan silaturahim dengan tokoh Agama Islam, Senin (26/3/2018).

Pertemuan berlangsung di Hotel Grand Palace, Jl Tentara Pelajar, kota Makassar. Sekitar 35 tokoh agama hadir dalam pertemuan ini.

Kasi Hari Besar Islam (HBI) Kemenag Sulsel, Zulkifli Hijaz mengatakan kegiatan ini mengangkat tema optimalisasi peran strategi ormas dalam menciptakan suasana kondusif dan harmoni kehidupan umat.

Ia menyebutkan tujuan kegiatan ini, untuk meningkatkan wawasan, pemahaman, posisi dan peran para tokoh Agama Islam dalam membentengi akidah umat dari pengaruh faham radikalisme yang mengatasnamakan agama.

"Jadi kita semua harus menyeragamkan pemahaman dalam kehidupan beragama. Harapan kami, dengan pertemuan ini kedepan umat beragama di Sulsel semakin harmonis dalam menjalani kehidupan sehari hari, " katanya.

Menurutnya disaat ulama memiliki perbedaan pendapat dan pemahaman akan menghambat proses pembangunan bangsa, agama dan masyarakat.

Sementara itu, Kanwil Kemenag Sulsel Abdul Wahid Thahir mengatakan Kementerian Agama sangat menaruh harapan besar kepada para tokoh agama dalam mendekatkan umat beragama dengan agamanya, sehingga bahasa kedamaian dan kesejahteraan bisa diwujudkan.

"Karena Faktor Agama lah yang diyakini mampu menjawab dan menyelesaikan persoalan umat dan bangsa ini," ujar Wahid Thahir.

Disinilah Peran penyuluh agama yang berkualitas sangat diharapkan dan akan mampu mengantarkan umat beragama memahami ajaran agamanya secara paripurna, akan tetapi yang lebih penting lagi dari itu adalah bagaimana penyuluh agama bisa memperlihatkan keteladanan, karena keteladanan adalah metode penyuhan terbaik. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved