Kasus Perceraian di Bulukumba Didominasi Laporan Cerai Gugat

Cerai gugat merupakan gugatan perceraian diajukan oleh istri atau kuasanya pada Pengadilan Agama.

firki/tribunbulukumba.com
Suasana ruang tunggu pelayanan perkara Pengadilan Agama Bulukumba, Senin (26/3/2018). 

Laporan Wartawan TribunBulukumba.com, Firki Arisandi

TRIBUNBULUKUMBA.COM, UJUNG BULU - Sedikitnya 168 laporan kasus perceraian yang diterima Pengadilan Agama Bulukumba selama tahun 2018.

Hal tersebut berdasarkan data laporan perceraian dari bulan Januari-Februari, yang diterima TribunBulukumba.com, Senin (26/3/2018).

Panitera Pengadilan Agama Kabupaten Bulukumba Husain menuturkan, dari berbagai laporan tersebut, ada beberapa pemicu kasus perceraian di Bulukumba.

"Seperti pergi merantau yang tak kunjung pulang dan tidak ada kabar, kekerasan dalam rumah tangga, hingga kasus perselingkuhan," ujarnya.

Baca: Kopel Minta Polisi Serius Bongkar Mark Up Perjalanan Dinas Anggota DPRD Bulukumba

Dari total keseluruhan, pengajuan cerai gugat menjadi kategori paling banyak.

Cerai gugat merupakan gugatan perceraian diajukan oleh istri atau kuasanya pada Pengadilan Agama.

Sementara cerai talak adalah seorang suami yang menjatuhkan talak kepada istrinya atau mengajukan permohonan baik lisan maupun tertulis kepada Pengadilan Agama.

Untuk bulan Januari 2018, tercatat cerai gugat berjumlah 63 laporan dan di bulan Februari mencapai 68 laporan.

Baca: Warga Bulukumba Lumpuh Sembilan Tahun Dapat Bantuan Dari Komunitas Ini

Sementara untuk pengajuan cerai talak, di bulan Januari tercatat 20 dan Februari hanya 17 laporan.

Sekadar informasi, untuk tahun 2017, sebanyak 690 kasus perceraian yang diterima Pengadilan Agama Bulukumba.

Dari jumlah tersebut, laporan cerai gugat menjadi laporan terbanyak, yakni 561 kasus, sementara cerai talak berjumlah 129 kasus.(*)

Penulis: Firki Arisandi
Editor: Mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved