Dapat Perlakuan Tak Menyenangkan dari Suporter Lechia Gdansk, Begini Reaksi Egy Maulana

Egy pun akhirnya angkat bicara usai jadi korban sindiran dan rasis suporter tersebut.

Egy Maulana Vikri bersama Direktur Teknik Lechia Gdansk Janusz Melaniuk. lechia.pl 

TRIBUN-TIMUR.COM - Kedatangan peemain timnas Indonesia, Egy Maulana Vikri, sempat mengundang polemik dan kontroversi setelah bergabung klub barunya tersebut.

Kedatangan Egy di Lechia Gdansk kerap dikaitkan dengan strategi marketing bagi Lechia Gdansk.

Apalagi setelah followers Instagram Lechia Gdansk meroket tajam hingga hampir 10 kali lipat dan Menjadikan Lechia sebagai klub dengan followers Instagram terbanyak di Polandia.

Bahkan Ia mendapat perlawanan dari Suporter dari klub barunya tersebut dengan membentang kan spanduk rasialis kepada Egy.

Spanduk itu berisikan kata-kata tak senonoh dengan gambar Egy Maulana tengah tersenyum menggunakan ikat kepala klub barunya.

Dalam keterangan Twitter tersebut, suporter garis keras Lech Poznan menyindir Lechia Gdansk yang telah merekrut Egy Maulana, seorang pemain berusia 17 tahun karena mempunyai follower instagram sebanyak 650.000.

Mungkin gencarnya media di Polandia membuat pendukung klub barunya tersebut merasa tidak nyaman dengan Lechia dan tidak mementingkan kompetisi.

Insiden ini terjadi kala klub baru Egy, Lichia Gdansk bertandang ke markas Lech Poznan, Sabtu (17/3/2018).

Pada pertandingan itu Lechia Gdansk kalah telak 3-0 atas Poznan.

Egy pun akhirnya angkat bicara usai jadi korban sindiran dan rasis suporter tersebut.

Halaman
12
Editor: Sakinah Sudin
Sumber: TribunStyle.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved