Usman Hamid Hadiri Akikah Putra Kedua Upi Asmaradhana

Sehari sebelumnya, Usman memberi kuliah umum sekaligus menghadiri Launching Akademi HAM Indonesia di Kampus Universitas Bosowa (Unibos).

Usman Hamid Hadiri Akikah Putra Kedua Upi Asmaradhana
handover
Usman Hamid dan Upi Asmaradhana 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Direktur Amnesty Internasional Indonesia Usman Hamid (42) menghadiri Akikah dan Doa Bersama atas kelahiran putra kedua sahabatnya, Upi Asmaradhana, Jumat (23/3/2018) siang.

Bertempat di Kompleks Pemda Blok E, Jalan AP Pettarani, Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan.

Putra kedua Upi dari istrinya dr Siti Rabiul Zatalia Ramadhan diberi nama Muhammad Arka Asmaradhana.

Arka lahir di Rumah Sakit Khadijah, Jalan RA Kartini, Kota Makassar, pada Senin 12 Maret 2018 pukul 14.30 wita. Berat badan 3,5 kg dengan panjang 49 cm.

“Terima kasih Bung Usman, sudah hadir dan memberi doa,” ujar Upi yang juga Koordinator Relawan Komite Perlindungan Jurnalis dan Kebebasan Berekspresi (KPJKB).

Sehari sebelumnya, Usman memberi kuliah umum sekaligus menghadiri Launching Akademi HAM Indonesia yang digelar di Kampus Universitas Bosowa (Unibos), Jalan Urip Sumoharjo, Kota Makassar.

Usman Hamid saat menghadiri peluncuran Akademi HAM Indonesia di Universitas Bosowa, Makassar, Kamis (22/3/2018)
Usman Hamid saat menghadiri peluncuran Akademi HAM Indonesia di Universitas Bosowa, Makassar, Kamis (22/3/2018) (handover)

Peluncuran Akademi HAM Indonesia ini merupakan kerja sama KPJKB, Amnesty Internasional Indonesia dan Fakultas Hukum Unibos.

Selain di Unibos, alumni Fakultas Hukum Universitas Trisakti 1999 ini juga hadir berorasi di Aksi Kamisan Makassar ke-16 yang digelar di depan Monumen Mandala.

Pada Aksi Kamisan tersebut, Usman mengurai bahaya dibalik pengesahan UU MD3 yang mengesankan DPR RI antikritik, memiliki kekebalan hukum dan mengancam demokrasi.

“Karena itu, UU MD3 harus dibatalkan,” ujar mantan Koordinator Komite untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) ini saat orasi.

Usman Hamid bersama Aksi Kamisan Makassar ke-16 di depan Monumen Mandala, Makassar, Kamis (22/3/2018) sore.
Usman Hamid bersama Aksi Kamisan Makassar ke-16 di depan Monumen Mandala, Makassar, Kamis (22/3/2018) sore. (handover)

Pada 2001, Usman pernah ditunjuk Komnas HAM menjadi sekretaris Komisi Penyelidik Pelanggran HAM Trisakti, Semanggi I dan II untuk mengusut insiden penembakan mahasiswa pada tahun 1998-1999.

Usman juga pernah dipercaya sebagai Sekretaris Tim Pencari Fakta Kasus Pembunuhan Munir yang dibentuk Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 23 Desember 2004 lalu. (*)

Penulis: Jumadi Mappanganro
Editor: Jumadi Mappanganro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved