Yuk, Kenali 5 Gejala Kerusakan Pada Rem Mobil Anda

Jika menemukan kondisi seperti itu, sebaiknya ganti kampas rem dengan segera untuk menghadirkan pengereman yang lebih optimal.

Yuk, Kenali 5 Gejala Kerusakan Pada Rem Mobil Anda
sanovra jr/tribun-timur.com
Director PT Toyota Astra Motor (TAM) Keijiro Inada abersama CEO Kalla Toyota Hariyadi Kaimuddin memperlihatkan Produk teranyar Toyota di segmen SUV Medium, All New Rush di Sandeq Ballroom Grand Clarion Hotel, Jl AP Pettarani Makassar, Jumat (5/1/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Muhammad Fadhly Ali

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Rem merupakan salah satu perangkat keselamatan penting pada kendaraan. Rem berfungsi sebagai kendali kecepatan kendaraan.

Untuk itu, baiknya pengendara mengenali tanda-tanda apabila rem membutuhkan perhatian lebih misalnya seperti munculnya suara, getaran, daya, serta bau disekitar rem.

"Piranti keselamatan pada kendaraan sebaiknya selalu dijaga dalam kondisi prima serta dapat berfungsi dengan baik, khususnya sistem pengereman. Hampir setiap kendaraan memberikan tanda atau sinyal ketika kondisi rem mulai menurun," kata Customer First Area Department Head Kalla Toyota, Muhammad Shobirin dalam rilisnya ke tribun-timur.com, Rabu (21/3/2018).

Untuk itu, sebaiknya kenali lima gejala kerusakan pada rem, sebagai berikut:

1. Indikator pada instrumen
Hampir setiap kendaraan dilengkapi dengan indikator rem yang dapat dilihat di Multi Information Display (MID). Indikator ini berfungsi untuk memberikan tanda kepada pengemudi sistem pengereman dalam kondisi normal atau tidak.

Jika rem dalam kondisi normal, maka indikator tersebut berada dalam posisi tidak menyala. Sementara, saat rem dalam kondisi tidak normal atau bermasalah seperti kebocoran pada selang minyak rem atau sensor ABS terganggu karena pemasangan kampas rem, lampu indikator akan menyala.

2. Suara bising pada rem
Suara bising biasanya muncul saat kendaraan berada pada posisi pengereman. Suara tersebut berasal dari indikator bantalan rem (brake pad). Bantalan rem terbuat dari bahan baja sehingga menghasilkan suara bising ketika mulai tersentuh dengan rotor.

Jika menemukan kondisi seperti itu, sebaiknya ganti kampas rem dengan segera untuk menghadirkan pengereman yang lebih optimal.

3. Getaran pada saat pengereman
Rotor merupakan piringan pada roda yang berfungsi memperlambat kecepatan kendaraan melalui daya tekan pada bantalan rem. Getaran saat pengereman salah satunya disebabkan oleh permukaan rotor dalam kondisi tidak rata.

Selain itu, getaran pada saat pengereman juga dapat disebabkan oleh daya cengkram piston yang berada di dalam calliper.

4. Kekurangan minyak rem
Minyak rem berfungsi sebagai pelumas serta melindungi komponen logam yang bergesekkan untuk menghentikan laju kendaraan. Kekurangan minyak ditandai dengan berkurangnya daya saat pengereman.

Jika terjadi penurunan kapasitas minyak rem, cek kondisi selang serta seal. Untuk memaksimalkan sistem pengereman, ganti minyak rem secara berkala. Hal ini berfungsi untuk menghindari adanya endapan yang merusak selang atau seal.

5. Bau tajam pada rem
Pengereman berulang misalnya seperti pada kontur jalan terjal akan meningkatkan temperatur pada rem, sehingga menghasilkan panas yang berlebih. Saat kondisi tersebut, rem dengan kondisi kurang prima akan menghasilkan bau tajam.

Sebaiknya, periksa segera kondisi rem serta diamkan sejenak rem hingga kondisi rem menjadi dingin.(*)

Penulis: Muhammad Fadhly Ali
Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved