Copet Marak di Pasar Pakalu Maros, Pedagang Harap Ada Polisi

Dalam dua pekan, pencopet sudah beraksi tiga kali dan menggasak uang warga sekitar Rp 20 juta

Copet Marak di Pasar Pakalu Maros, Pedagang Harap Ada Polisi
TRIBUN TIMUR/ANSAR
Seorang pedagang di pasar Pakalu, Syukri (kiri) duduk di lapak jualannya. Dia minta kepada Polsek untuk standby kan personel di pasar. 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Ansar Lempe

TRIBUN-TIMUR.COM, MAROS - Pedagang pasar Pakalu, meminta kepada pihak Polres Maros atau Polsek Bantimurung, supaya standby-kan personel saat hari pasar, Selasa (20/3/2018).

Pasalnya, aksi pencopetan kembali marak. Dalam dua pekan, pencopet sudah beraksi tiga kali dan menggasak uang warga sekitar Rp 20 juta. Warga kehilangan uang mulai Rp 800 ribu sampai Rp 16 juta. 

"Kami tidak tenang berjualan di pasar Pakalu, kalau banyak pencopet. Pedagang dan pembeli, menjadi sasaran pencopet. Selama ini, memang tidak ada polisi yang mengawasi pasar," kata seorang pedagang, Syukri.

Hal tersebut membuat komplotan pencopet leluasa menjalankan aksinya. Polisi dinilai, baru mau bertindak setelah ada kejadian. 

Padahal jarak Mapolsek Bantumurung dan pasar hanya sekitar 200 meter.

"Kami harap ada petugas keamanan yang berjaga. Setiap bulan kami bayar pajak, jadi sewajarnya kalau para pedagang menuntut soal keamanan," katanya.

Pedagang juga berharap kepada Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan (Kopumdag) dan pengelola pasar, supaya meningkatkan pelayanan dalam pasar. (*)

Penulis: Ansar
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved