Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Debat Kandidat Pilwali Makassar 2018

Danny Janji Kembangkan Pasar Tradisional, Mini Market Bakal Dilarang Jual Ini

Selain calon, acara debat turut dihadiri puluhan pendukung dan simpatisan masing-masing calon.

Penulis: Fahrizal Syam | Editor: Imam Wahyudi
TRIBUN TIMUR/MUHAMMAD ABDIWAN
Pasangan bakal calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar periode 2019-2024, Danny Pomanto-Indira Mulyasari Paramastuti (DIAmi) memberikan orasi politik saat deklarasi di Najungan Pantai Losari, Rabu (22/11/2017). Pasangan Danny-Indira Mulyasari sejauh ini telah mengantongi dukungan dari beberapa partai seperti PKPI, PAN, PPP, Gerindra, PKS, Perindo, Partai Berkarya, dan Partai Idaman. tribun timur/muhammad abdiwan 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Fahrizal Syam

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Debat terbuka pertama pemilihan wali kota dan wakil wali kota Makassar 2018 berlangsung di Sandeq Ballroom Hotel Grand Clarion Makassar, Jumat (16/3/2018).

Selain calon, acara debat turut dihadiri puluhan pendukung dan simpatisan masing-masing calon.

Pada segmen pertama, Danny Pomanto-Indira Mulyasari (DIAmi) mendapat pertanyaan bagaimana memberdayakan pasar tradisional.

Danny diberi wakti 90 detik untuk menjawab pertanyaan, namun hanya memjawab sekitar 50 detik.

Danny mengatakan, untuk mempertahankan eksistensi pasar tradiaional, jika ia terpilih sebagai wali kota, ia bakal menerapkan aturan ketat bagi mini market terkait penjualan.

"Di samping membuat infrastruktut, pasar tradisional yang menjual bahan segar akan terus kami dukung. Mart tidak akan diperkenankan menjual bahan segar itu, sehingga pasar tradisional tetap kuat," kata Danny.

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved