Serapan Beras Masih Minim, Ini Harapan Bulog Maros
Minimnya serapan beras Bulog Maros dinilai akan mempengaruhi target swasembada secara Nasional
Penulis: Ansar | Editor: Anita Kusuma Wardana
Laporan Wartawan Tribun Timur, Ansar Lempe
TRIBUN TIMUR.COM, MAROS - Minimnya serapan beras Bulog Maros dinilai akan mempengaruhi target swasembada secara Nasional. Maros sebagai salah satu Kabupaten yang surplus, namun gabahnya tidak mampu diserap maksimal.
Hal tersebut menjadi ancaman besar bagi pihak pemerintah. Ketersediaan beras dikhawatirkan tidak mampu memenuhi kebutuhan warga yang terkena bencana.
"Kita berdoa saja, semoga bencana alam tidak terjadi di Maros. Bulog pasti menjadi sasaran karena tidak bisa memenuhi kebutuhan beras. Saat ini, kami merasa serba salah. Disatu sisi kami paham keinginan petani. Disisi lain, ada aturan,"kata Kepala Gudang Bulog Batangase, Suwoto, Kamis (13/3/2018).
Suwoto melanjutkan, target serapan Bulog di Maros jauh lebih sedikit dibanding hasil produksi petani. Sekali panen, petani bisa memproduksi sekitar 11 ribu ton gabah atau setara dengan 8 ribu ton beras.
Jumlah 11 ribu ton tersebut, dinilai sudah mampu menutupi target serapan Bulog dalam setahun.
"Petani kita, bisa memanen tiga kali dalam setahun. Sekali panen saja, produksinya mencapai delapan ribu ton. Kalau target tahunan 6 ton, sebenarnya sudah bisa terpenuhi," katanya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/bulog-maros_20180315_180547.jpg)