Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Hingga Maret 2018, 55 Kasus Lakalantas di Maros, Segini Korban Tewas

Penyebab lain, maraknya kecelakaan di Maros, karena ruas jalan yang rusak atau berlubang, berkubang dan bergelombang.

Penulis: Ansar | Editor: Suryana Anas
TRIBUN TIMUR/ANSAR
Bus Bintang Prima yang kecelakaan di jembatan Sungai Pute, Desa Salenrang, Bontoa, diamankan oleh Unit Laka Polres Maros. 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Ansar Lempe

TRIBUN TIMUR.COM, MAROS - Selama memasuki tahun 2018, jumlah kecelakaan di Maros, sudah mencapai 55 kasus. 13 orang diantaranya dinyatakan tewas dan luka berat tujuh orang, serta luka ringan 56 orang.

Kanit Laka Polres Maros, Iptu Muh Arsyad mengatakan, Selasa (13/3/2018) kecelakaan yang kerap terjadi sebagian besar melibatkan pengendara motor.

Kecelakaan disebabkan karena pengendara kadang tidak fokus dan ugal-ugalan di jalan. Selain diri sendiri, pengendara juga membahayakan pengguna jalan lain.

Pengendara yang ugal-ugalan, membuat pengendara tidak bisa menguasai kendaraannya dan kecelakaan.

"Lebih banyak pengendara motor yang kecelakaan. Manusianya human eror. Kurang waspada saat berkendara," katanya.

Penyebab lain, maraknya kecelakaan di Maros, karena ruas jalan yang rusak atau berlubang, berkubang dan bergelombang.

Kecelakaan kerap terjadi di poros Kecamatan Lau dan Camba, Cenrana dan Mallawa. Sejumlah kerusakan berada di badan jalan.

Sementara di Poros Maros-Bone, selain sempit dan berkelok-kelok, kondisi jalan juga sudah berlubang.Hal tersebut membuat pengendara kecelakaan jika kendaraannya terjebak. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved