Dukung e-Commerce, SDM PT Pos Dilatih Expert Singapura
PT Pos disiapkan untuk mendukung perkembangan e-commerce yang akan semakin marak ke depannya.
Penulis: Muhammad Fadhly Ali | Editor: Anita Kusuma Wardana
Laporan Wartawan Tribun Timur, Muhammad Fadhly Ali
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -- Industri logistik Tanah Air, PT Pos disiapkan untuk mendukung perkembangan e-commerce yang akan semakin marak ke depannya.
Tidak tanggung-tanggung Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi bekerja sama dengan Singapura untuk meningkatkan kemampuan Sumber Daya Manusia (SDM) PT Pos dalam mendorong tumbuhnya industri logistik di Indonesia.
Singapore Cooperation Enterprise dan Republic Polytechnic Singapore ditunjuk untuk melatih SDM PT Pos utamanya di bidang administrasi publik dan pendidikan logistik e-commerce.
Direktur Utama PT Pos Indonesia Gilarsi Wahyu Setijono dilansir Kompas.com, Senin (12/3/2018) menuturkan, pelatihan ini sangat bermanfaat karena SDM industri logistik harus punya arah yang jelas dalam menghadapi perkembangan e-commerce di Indonesia.
"Dengan sekarang yang ada driverless car, yang namanya robot semua di gudang, banyak sekali nanti proses administrasi yang akan hilang. Kami bangun sebuah pondasi," kata Gilarsi.
Penandatanganan kerja sama dengan Singapura dibagi ke dua hal, yaitu untuk peningkatan kapasitas SDM senilai 620.899 dolar Singapura atau Rp 6,5 miliar dan untuk pendidikan manajemen e-commerce sebesar 482.120 dolar Singapura atau Rp 5,04 miliar.
"Semua kerja sama itu didanai oleh Temasek Foundation International," katanya.
Kepala Kantor Pos Makassar, Arief Joko Sentono menyambut baik hal tersebut. Saat dihubungi, Senin (12/3/2018) ia menuturkan, belakangan ini mulai terjadi pergeseran jenis kiriman yang ditangani oleh Pos Indonesia.
"Pergeseran itu dari yang semula lebih banyak berupa surat atau dokumen menjadi akan lebih banyak berupa barang atau small parcel sampai dengan medium parcel," katanya.
Hal ini seiring dengan zamannya e-commerce atau prakteknya adalah belanja via online.
"Karena jumlahnya akan semakin banyak, maka Pos Indonesia juga harus siapkan kapasitas yang lebih besar untuk bisa menangani logistiknya e-commerce ini secara lebih baik lagi," katanya.
Sehingga pelatihan tersebut sangat bermanfaat bagi SDM PT Pos ke depannya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/arief-joko-sentono_20180312_193432.jpg)