Selain Egy Maulana Vikri, Pemain Indonesia ini Lebih Dulu Main di Eropa, 2 Pernah Berseragam PSM
Penyerang Timnas Indonesia, Egy Mulana, kini berkiprah di Eropa. Ia akan bergabung klub kasta teratas Polandia, Lechia Gdansk.
TRIBUN-TIMUR.COM-- Penyerang Timnas Indonesia, Egy Mulana, kini berkiprah di Eropa.
Ia akan bergabung klub kasta teratas Polandia, Lechia Gdansk.
Namun, belum ada pernyataan resmi klub mana yang akan dibela pemain 17 tahun itu.
Egy Maulana telah bertolak ke Polandia, Jumat (9/3/2018) pagi. Ia nampaknya didampingi oleh Indra Sjafri, mantan pelatih Timnas U-19.
Ini tentu kabar menggembirakan bagi sepakbola Indonesia.
Pasalnya sudah lama, pemain Indonesia kerkiprah ke Eropa.
Terakhir itu dilakoni beberapa pemain Indonesia seperti Kurniawan Dwi Yulianto, Bima Sakti, Kurnia Sandi, Yeyen Tumena, Imran Nahumaruri dll.
Mereka ini tergabung dalam program PSSI Primavera dan Baretti pada 1993 sampai 1996.
Dari sederet pemain tersebut, Karir Kurniawan DY cukup mentereng di Eropa.
Pemain yang kerap disapa 'Si Kurus' tersebut sempat membuat bangga publik Indonesia kala ia mengadu nasib di Liga Italia bersama Sampdoria.
Semua itu bermula dari Kurniawan saat tergabung anggota PSSI Primavera pada 1993.
Ia tergabung bersama pemain-pemain PSSI lainnya seperti Kurnia Sandy dan Bima Sakti.
Di Italia, Kurniawan berhasil untuk gigi dengan mencetak dua gol dan dinobatkan sebagai pemain terbaik di Turnamen Mantova 1994.
Berkat penampilan apiknya, Kurniawan dilirik salah satu klub besar Italia, Sampdoria untuk trial.
Penampilannya pun memukau, ia berhasil melesatkan gol dari jarak 40 meter kala Sampdoria berujicoba kontra Sestri Levante.
Kendati demikian, Sampdoria urung menggunakan jasa pemain asal Magelang itu.
Namun, bakat Kurniawan tak dilepaskan begitu saja oleh Eropa.
Usai gagal bersama Sampdoria, Kurniawan diboyong klub Swiss, FC Luzern selama satu musim (1994-1995).
Bersama klub tersebut ia bermain dalam 12 pertandingan.
Yang paling diingat yakni saat ia menyumbang gol kemenangan FC Luzern 2-1 atas FC Basel.
Ia menjadi pemain Indonesia pertama yang bermain, dan mencetak gol di Piala Interkontinental UEFA dimana usianya saat itu masih 19 tahun.
Malang melintang di Eropa, Kurniawan kembali ke Indonesia. Beberapa klub Indonesia dibelanya.
Diantaranya, PSM Makassar. Bersama Bima Sakti, Kurniawan membawa PSM Makassar juara Liga Indonesia pada tahun 2000.
Ia juga membawa PSM tembus di 8 besar Liga Champions Asia.
Selalu Ingat PSM
Mantan pemain PSM Makasar tahun 2000 laku, Kurniawan Dwi Yulianto yang ditemui usai konfrensi pers Milo Football Championship,Minggu (28/2/2016) siang tadi menyebutkan jika ia tidak melupakan tim PSM Makassar.
"PSM selalu dong saya ingat, tidak mungkin saya lupa," ujar Kurniawan yang didaulat menjsdi anggota tim Talent Scouting Milo Football Championship.
Ia teringat akan memori juara bersama PSM tahun 2000 lalu." Itu memori yang tidak akan pernah bisa saya lupakan, " tambahnya.
Ia juga selaku mengikuti perkembanga tim PSM melakui media cetak, elektronik dan online. Ini sebagai bukti bahwa sebagai mantan pemain ia tidak pernah melupakan tim yang membesarkan namanya.
"Saat ini PSM dilatih coach Luciano Leandro, saya berharap semua pihak baik itu manajemen, pemain dan suporter mendukung Luciano, jika nanti prestasi tim tak baik maka itu sudah menjadi tanggung jawab sebagai pelatih. Tapi untuk sekarang mari mendukung," tandas Kurniawan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/makassar_20180310_224140.jpg)