Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

NH Aziz

Hatta Sebut Ada 'Dinasti Firaun' Mau Ambil Balla Lompoa Gowa

Relawan Tim Forum Pemuda dan Laskar Syekh Yusuf dikukuhkan oleh NH di Rumah Kuning

Penulis: Abdul Azis | Editor: Suryana Anas
Waode Nurming/Tribun Timur
Rumah Adat Balla Lompoa 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Sejumlah elemen masyarakat terus mengalirkan dukungannya kepada pasangan calon Gubernur-calon Wakil Gubernur Sulsel nomor urut satu, Nurdin Halid-Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar (NH-Aziz).

Kali ini beragam latar belakang warga Kabupaten Gowa menyatakan komitmen untuk memenangkan NH-Aziz dengan mengatasnamakan sebagai Tim Forum Pemuda dan Laskar Syekh Yusuf.

Adapun relawan Tim Forum Pemuda dan Laskar Syekh Yusuf dikukuhkan oleh NH di Rumah Kuning, Jl Mappala, Makassar, Senin (5/3/2010) malam.

Kedua tim relawan itu semakin mengokohkan mesin pemenangan NH-Aziz yang berbasis ke akar rumput.

Ketua Tim Forum Pemuda, Hatta Hamzah Karaeng Gajang mengungkapkan sejumlah permasalahan Perda Lembaga Adat yang menimpa Kerajaan Gowa menjadi alasan bergabungnya pada barisan NH-Aziz.

Pihaknya meyakini, pasangan nasionalis-religius ini mampu membuat adat istiadat dan budaya Gowa dapat lestari dan terjaga.

"Orang-orang saya yang bertarung ketika Balla Lompoa mau diambil oleh dinasti Firaun. Fakta sejarah menunjukkan kepada kita bahwa Firaun itu Raja Mesir, tetapi tidak puas kemudian mengaku tuhan. Kurang lebih seperti itu," bebernya via rilis Tim Media NH-Aziz, Selasa (6/3).

Hal senada juga diungkapkan oleh Ketua Laskar Syekh Yusuf. Relawan yang berbasis kuat hingga di 18 kecamatan di Gowa lahir atas kekecewaan kebijakan di daerah itu.

"Banyak orang datang ke saya mengeluh, banyak orang teraniayaa di Gowa. Jadi yang kami rekrut ini orang-orang terintimidasi dan mengharapkan perubahan lebih baik. Yang bisa mengubah seperti itu hanya NH-Aziz," tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, usai pengukuhan, NH mengapresiasi kepercayaan masyarakat dalam mendukungnya maju pada Pilgub Sulsel. Dukungan tersebut memberikan suntikan motivasi sehingga tak gentar tetap bertarung.

"Kita bisa menangkan dengan catatan bahwa tidak ada seseorang yang bisa terpilih tanpa dukungan rakyat. Artinya, kedaulatan di tangan rakyat, maka bukan di tangan kecurangan. Sehingga semua harus bisa memilih tanpa ada intimidasi," pungkasnya.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved