Begini Cara Desa Karrang Enrekang Jaga Ciri Khas Produk Olahan Masyarakat

Penggunaan bahan kimia berbahaya bagi kesehatan dan dapat merusak kemurnian dan kekhasan produk olahan masyarakatnya.

Penulis: Muh. Asiz Albar | Editor: Hasriyani Latif
m azis albar/tribunenrekang.com
Gula Semut, salah satu produk olahan pangan lokal masyarakat Desa Karrang, Kecamatan Cendana, Enrekang. 

Laporan Wartawan TribunEnrekang.com, Muh Azis Albar

TRIBUNENREKANG.COM, ENREKANG - Pemerintah Desa Karrang, Kecamatan Cendana, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan terus mendorong pengembangan produk olahan lokal, yakni Gula Semut dan 'Laccu' atau Kolang Kaling.

Untuk itu sejumlah pelatihan diberikan kepada para masyarakat agar bisa terus mengembangkan produk olahan tersebut tapi dengan tetap mempertahankan kealamiannya.

Untuk mempertahankan kealamiannya dan cita rasa produk tersebut, Kepala Desa Karrang, Supardi, melarang penggunaan bahan kimia dalam pembuatannya.

Menurutnya, penggunaan bahan kimia berbahaya bagi kesehatan dan dapat merusak kemurnian dan kekhasan produk olahan masyarakatnya.

Baca: Baznas Enrekang Bantu Pengembangan Usaha Gula Semut di Desa Karrang

Baca: Desa Karrang Enrekang Kembangkan Produk Olahan Lokal Gula Semut dan Laccu

"Kami ingin mempertahankan keaslian gula semut alami di desa ini, kalau ada yang pakai bahan kimia, saya akan beri teguran dan pembinaan," kata Supardi kepada TribunEnrekang.com, Selasa (6/3/2018).

Ia menjelaskan, keunggulan produk gula semut di desanya adalah kealamian dan keaslian cita rasanya tanpa ada bahan kimia.

Bahkan, untuk bahan pengawet pun menggunakan bahan alami yang berasal dari dedaunan dan akar kayu.

"Harga gula semut saat ini sudah mencapai Rp 20 ribuper Kg dulunya hanya Rp 5 per Kg, harganya melambung karena permintaan sangat tinggi, makanya kealamian produk kita harus dipertahankan," jelasnya.(*)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved