Aksi Kamisan Makassar Tolak UU MD3 dan RKUHP Digelar Lagi Hari Ini

UU MD3 juga telah membuat DPR terkesan ingin mempersulit proses hukum, memperoleh kekebalan hukum dan antikritik.

Aksi Kamisan Makassar Tolak UU MD3 dan RKUHP Digelar Lagi Hari Ini
SANOVRA JR
Sejumlah aktivis lintas kampus bersama jurnalis mengangkat kartu merah sembari diam menutup mulut dalam aksi kamisan ke-12 di depan Monumen Mandala, Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (22/2/2018). 

Laporan wartawan Tribun Timur Hasan Basri

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR- Sejumlah elemen pergerakan yang bergabung dalam Aksi Kamisan Makassar kembali akan menggelar demo di depan Monumen Mandala, Kota Makassar, Kamis (1/3/2018) hari ini.

Bertepatan dengan Hari Kehakiman Nasional, mereka akan turun ke jalan dengan mengusung tema menolak UU MD3 dan RKUHP.

Pasalnya UU MD3 dinilai telah 'membunuh' demokrasi dan hak masyarakat sipil. UU MD3 juga telah membuat DPR terkesan ingin mempersulit proses hukum, memperoleh kekebalan hukum dan antikritik.

DPR juga dianggap tak pernah terbuka menyampaikan naskah UU MD3 yang sedang dibahas saat masih menjadi RUU.
Baik UU MD3 yang telah disahkan DPR, maupun revisi RKUHP yang masih digodok di DPR.

Semuanya dianggap berisi pasal-pasal yang mengancam kemerdekaan pers, kebebasan berekspresi dan kemerdekaan berpendapat, serta bertentangan dengan hati nurani rakyat.

Oleh karena itu, elemen pergerakan yang bergabung dalam Aksi Kamisan Makassar menolak UU MD3 yang telah disahkan DPR RI.

Mendukung langkah sejumlah organisasi masyarakat sipil yang melakukan judicial review atas UU MD3 ke Mahkamah Konstitusi RI

Hentikan seluruh usaha untuk mengesahkan draft revisi RKUHP yang sedang dibahas DPR karena cacat demokrasi dan mengabaikan UU Pers No 40 tentang Pers

Meminta pemerintah untuk menarik RKUHP dan membahas ulang dengan berbasis pada data dan pendekatan lintas disiplin ilmu, dengan pelibatan bersama seluruh pihak, kelompok dan lembaga-lembaga terkait

Mendesak pemerintah dan DPR RI agar dalam menyusun UU MD3, RKUHP dan produk hukum lainnya hendaknya semangatnya/spiritnya melindungi rakyat, bukan penguasa.

Penulis: Hasan Basri
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved