Breaking News:

VIDEO ON DEMAND

VIDEO: Suasana Unjuk Rasa Mahasiswa di Depan DPRD Mamuju Desak Pencabutan Revisi UU MD3

Pengujuk rasa membawa keranda mayat sebagai simbol matinya demokrasi atas disahkannya undang-undang MD3.

Penulis: Nurhadi | Editor: Hasriyani Latif

Laporan Wartawan TribunSulbar.com, Nurhadi

TRIBUNSULBAR.COM, MAMUJU - Puluhan mahasiswa yang mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa Pembela Demokrasi, berunjuk rasa di depan kantor DPRD Mamuju, Jl Ahmad Yani, Kelurahan Binanga, Kecamatan Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar), Selasa (20/2/2018).

Mereka yang tergabung dalam berbagai OKP, yakni GMNI, IMM, GMKI, Ipmapus Cabang Mamuju mendesak pemerintah untuk mencabut revisi undang-undang MD3 (MPR, DPR, DPD dan DPRD) melalui proses Mahkamah Konstitusi (MK).

Mereka membentangkan spanduk bertuliskan desakan pencabutan undang-undang MD3 seperti pada pasal 73, 112, dan 245 karena dinilai telah mencederai, menghianati dan menodai demokrasi di Indonesia.

Selain itu, para pengujuk rasa membawa keranda mayat sebagai simbol matinya demokrasi atas disahkannya undang-undang yang dinilai membungkam suara masyarakat, utamanya mahasiswa yang sering melayangkan kritik.

"Lahirnya revisi undang-undang MD3 ini, membuktikan bahwa anggota DPRD hari ini tidak lagi becus dan antikritik. Mereka tidak lagi berfungsi sebagai dewan perwakilan rakyat. Tapi untuk pribadinya sendiri," kata Koordinator lapangan, Supliadi dalam orasinya.

Ia menjelaskan, pada pasal 112 jelas dapat mempidanakan orang-orang yang dianggap merendahkan lembaga DPRD dan pribadi anggota saat melakukan kritik.

"Jika sekiranya ini tidak dicabut, maka kami sebagai mahasiswa Mamuju mendukung pembubaran DPR karena mereka tidak lagi memperjuangkan hak-hak rakyat, melainkan memperjuangkan kepentingan sendiri," tuturnya.

Simak videonya:(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved