Festival Makan Durian Sepuasnya di Hotel Myko Makassar 'Banjir' Komplain, Iklan Tak Sesuai Kenyataan

Kondisi realitas, tadi siang, dianggap sangat kontras dengan iklan yang tersebar melalui media sosial dan aplikasi pesan instan.

Editor: Edi Sumardi
SCREENSHOT
Iklan festival makan durian di Hotel Myko, Makassar, Sulawesi Selatan. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Festival atau pesta makan buah durian dan olahannya yang digelar di Hotel Myko, sebuah hotel berbintang di Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (17/2/2018) panen komplain.

Pasalnya, tamu yang datang harus antre panjang bak antre menunggu pembagian sembako, durian dan hasil olahannya yang disajikan dianggap sangat sedikit, hingga bayarannya mahal.

Kondisi realitas, tadi siang, dianggap sangat kontras dengan iklan yang tersebar melalui media sosial dan aplikasi pesan instan.

Berdasarkan iklan, durian disajikan pada festival ini adalah durian montong (durian besar asal Thailand) dan durian asal Palopo, Sulawesi Selatan.

Sementara untuk olahannya, ada durian bakar, es krim, pancake, lumpia, nasi ketan durian, dan sop.

Untuk menikmati semuanya, setiap orang dibebankan bayaran Rp 55 ribu ditambah pajak 21 persen sehingga total Rp 67 ribu.

Namun, nilai pajak tak disebutkan dalam iklan sehingga itu pula memicu komplain.

Festival makan durian digelar selama 4 hari dalam 2 pekan, Sabtu dan Minggu.

Pekan pertama, Sabtu dan Minggu (17-18/2/2018).

Pekan kedua, Sabtu dan Minggu (24-25/2/2018).

Agar bisa mengikuti festival makan durian tersebut, ada beberapa syarat dan ketentuan dibuat penyelenggara.

"Syarat ketentuannya:"

"1. Karena keterbatasan tempat, pengunjung harus mengantri sesuai dengan ketersediaan tempat"

"2. Demi kelancaran bersama, harap ikuti ketentuan yang berlaku di lokasi dan mengikuti arah jalur yang ada"

Halaman
1234
Sumber: Tribun Timur
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved