Kasus OTT, Kepala Dinas Perdagangan Sulsel Diperiksa Polda Sulsel

Pemeriksaan Hadi terkait dengan kasus OTT Kepala UPTD BPLP Dinas Perdagangan, Nur Asikin.

Kasus OTT, Kepala Dinas Perdagangan Sulsel Diperiksa Polda Sulsel
TRIBUN TIMUR/ MUH ABDIWAN
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulsel, Hadi Basalamah menjawab sejumlah pertanyaan wartawan dalam jumpa pers terkait gerak jalan sehat di kantor Disperindag Sulsel, Jumat (15/4/2016) 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Darul Amri Lobubun

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Penyidik Tipikor Polda Sulsel memeriksa kepala Dinas Perdagangan Sulsel, Hadi Basalamah, Rabu (14/2/2018) siang.

Kabid Humas Polda Kombes Pol Dicky Sondani mengaku, pemeriksaan Hadi terkait dengan kasus OTT Kepala UPTD BPLP Dinas Perdagangan, Nur Asikin.

"Dia (Hadi) diperiksa sebagai saksi, ia diperiksa sekita pukul 09.00 wita pagi tadi sampai sore, tim yang memeriksa dari penyidik tipikor," ungkap Dicky.

Sebelumnya, tim penyidik Ditreskrimsus Polda mengagendakan pemanggilan terhadap Kadis Perdagangan Sulsel, Hadi Basalamah sejak Januari 2018.

Selain Hadi Basalamah sebagai Kepala Dinas Perdagangan Sulsel, tim penyidik juga akan memanggil beberapa pegawai atau staf di Dinas Perdagangan Sulsel.

Menurut Kombes Dicky, dari keterangan dua pelaku OTT sebelumnya, Nur Asikin dan salah satu kontraktor, Malik bahwa uang OTT tersebut dibagi-bagikan.

"Berkaitan dengan keterangan pelaku itu uang yang diperkirakan capai satu milyar itu juga dibagi-bagikan ke yang lain, jadi kita nanti akan panggil," ungkap Dicky.

Pada awal Desember 2017, tim Subdit Tipikor Ditreskrimsus Polda melakukan OTT terhadap dua orang tersebut. OTT ini dilakukan setelah tim terima laporan.

Dugaan adanya Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) yang menjerat Asikin dan Malik terjadi di UPTD Balai Pelayanan Logistik Perdagangan (BPLP) Perdagangan.

Tim Subdit Tipikor Ditreskrimsus Polda langsung melakukan OTT dan berhasil temukan uang 350 juta dan diruangan terpisah, ditemukan 83,600 juta rupiah.

Namun perkembangan penyidikan tim Subdit Tipikor, Dicky menyebutkan saat ini barang bukti uang yang diamankan Polda Sulsel dengan total 533 juta.

"Jadi uang yang seharusnya ke pemprov itu dinikmati dua orang tersebut, tapi itu dinikmati beberapa orang, itu yang kita dalami," tambah Kombes Dicky. (*)

Penulis: Darul Amri Lobubun
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved