Soal Kasus Menara Miring Al Markaz, Begini Keterangan Polres Maros

Kami diminta untuk memberikan kesempatan untuk perbaikan menara Al Markaz. Hasil auditnya sudah keluar

Soal Kasus Menara Miring Al Markaz, Begini Keterangan Polres Maros
ANSAR/TRIBUN TIMUR
Kondisi menara miring masjid Al-Markaz Maros setelah dirubuhkan tahun 2017 lalu. 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Ansar Lempe

TRIBUN TIMUR.COM, MAROS - Polres Maros belum berencana untuk menetapkan tersangka dalam kasus dugaan korupsi masjid menara miring masjid Al-Markaz, Maros, Minggu (11/2/2018).

Kasat Reskrim Polres Maros, AKP Jufri Natsir mengatakan, berdasarkan keputusan BPKP, penyelidik diminta untuk memberikan kesempatan kepada CV Sinar Mulia untuk memperbaiki menara Al Markaz.

Jufri telah menerima hasil audit BPKB tahun lalu. Untuk mempercepat proses pembangunan, polisi telah menyerahkan salinannya ke Kepala Dinas PU, Alfian Amri.

"Kami diminta untuk memberikan kesempatan untuk perbaikan menara Al Markaz. Hasil auditnya sudah keluar," ujarnya.

Hanya saja, PU belum menindaklanjuti permintaan BPKB dan Polres. Padahal seharusnya, proses pembangunan menara sementara berlangsung.

"Pergantian menara tetap dalam pengawasan kami. Saya sudah minta supaya menara segera dibangun," katanya.

Kasus dugaan korupsi menara miring Masjid Al-Markaz Maros yang mandek ditangan penyidik Tipikor Polres Maros, selama setahun terakhir juga mendapat sorotan dari Himpunan Pemuda Pelajar Mahasiswa Indonesia (HPPMI ) Maros komisariat Universitas Muslim Indonesia (UMI) dan arisan Oposisi Mahasiswa (BOM).

Mahasiswa mempertanyakan perkembangan kasus yang telah mandek selama setahun di Tipikor Polres.

Mahasiswa curiga terjadi kongkalikong antara oknum Polres, kontraktor dan Dinas PU.

Penulis: Ansar
Editor: Ardy Muchlis
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved