Family Gathering Pertamina MOR VII
Konsumsi Naik 197 Persen, Warga Sulsel Kini Beralih dari Premium ke Pertalite
Menurut Roby sapaannya, konsumsi masyarakat untuk BBM jenis Premium turun 19 persen.
Penulis: Muhammad Fadhly Ali | Editor: Anita Kusuma Wardana
Laporan Wartawan Tribun Timur, Muhammad Fadhly Ali
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR --Unit Manager Communication & CSR Marketing Operation Region (MOR) VII Sulawesi, M Roby Hervindo pada Family Gathering (Famgat) Saribattang di Yogyakarta menjelaskan bagaimana realisasi Bahan Bakar Minyak (BBM) di Sulawesi Selatan selama setahun.
Menurut Roby sapaannya, konsumsi masyarakat untuk BBM jenis Premium turun 19 persen.
Baca: Ziarah ke Makam Juru Kunci Gunung Merapi, Inilah Wajah Istri Mbah Marijan
"Pada 2016 pemakaian Premium hingga 942 kiloliter (kl), turun pada 2017 yang hanya 765 kl," katanya, Minggu (11/2/2018),
Lain halnya dengan BBM khusus, jenis Pertalite naik 197% dimana 2016 realisasinya 104 kl, 2017 sekitar 310 kl.
"Tidak hanya itu, penggunaan BBM khusus lainnya pun demikian. Pertamax naik 38%, Pertamax Dex naik 26%, luar biasanya Pertamax Turbo naik 336%, dan Solar naik tipis 2%," ujarnya.
Melihat hal tersebut, para pengguna BBM jenis Premium kini mulai beralih ke Pertalite dan Pertamax. Hal tersebut ditandai dengan menurunnya konsumsi premium sejak 2014.
Baca: Musium Sisa Hartaku, Saksi Bisu Meletusnya Gunung Merapi di Yogyakarta
"Adapun alasan beralihnya para pengguna premium, karena para pengguna kini mulai sadar kadar bahan bakar yang sesuai untuk kendaraannya. Selain penggunaannya yang lebih irit, tenaga yang dihasilkan Pertalite dan Pertamax jauh lebih besar dibandingkan Premium," ujarnya. (*)
Unit Manager Communication & CSR Marketing Operation Region (MOR) VII Sulawesi, M Roby Hervindo (tengah) pada Family Gathering (Famgat) Saribattang di Yogyakarta menjelaskan bagaimana realisasi Bahan Bakar Minyak (BBM) di Sulawesi Selatan selama setahun. (*)