NH Aziz

Resmikan Pesantren Tahfidz Quran Babuttaubah Makassar, Ini Harapan NH

Pasangan Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar ini didaulat menggunting pita peresmian pondok pesantren tersebut.

Resmikan Pesantren Tahfidz Quran Babuttaubah Makassar, Ini Harapan NH
Handover
Bakal calon Gubernur Sulsel, HAM Nurdin Halid menyambangi Pondok Pesantren dan Tahfidz Quran Babuttaubah di BTN Hamzy, Kelurahan Tamalanrea Indah, Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar, Senin (5/2/2018) kemarin. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Bakal calon Gubernur Sulsel, HAM Nurdin Halid menyambangi Pondok Pesantren dan Tahfidz Quran Babuttaubah di BTN Hamzy, Kelurahan Tamalanrea Indah, Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar, Senin (5/2/2018) kemarin.

Pasangan Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar ini didaulat menggunting pita peresmian pondok pesantren tersebut.

Dalam sambutannya, NH menegaskan komitmennya dalam menggagas program pembinaan keumatan. Sebab, kata dia, sejumlah fenomena negatif yang terjadi dalam masyarakat perlu ditangkal melalui peningkatan nilai-nilai spiritual.

"Kalau dulu zamannya bambu runcing untuk melawan penjajah. Sekarang sebenarnya lebih parah lagi karena kita dijajah dengan membanjirnya arus informasi yang berlimpah. Misalnya informasi yang mencekoki keseharian masyarakat melalu handphone tidak lepas dari hal negatif," jelasnya via rilis Tim Media NH-Aziz, Selasa (6/2/2018).

"Intervensi moral ini hanya bisa dilawan oleh keimanan kepada Allah swt. Itulah kekuatan pertama yang diajarkan Nabi Muhammad," tuturnya mengimbuhkan.

Karena itu, Koorbid Pratama DPP Partai Golkar ini pun mengharapkan, Pondok Pesantren dan Tahfidz Quran Babuttaubah dapat menjadi sarana dalam pendidikan spiritual serta peningkatan hubungan ukhuwah Islamiyah.

"Semoga pesantren ini dapat menjadi ujung tombak dalam menanamkan nilai-nilai islami sehingga dapat meredam hal negatif," pesannya.

Lebih lanjut, Ketua Dewan Koperasi Indonesia ini juga menerangkan, program pembinaan keumatan akan direalisasikan secara masif jika dirinya terpilih menjadi Gubernur Sulsel kelak.

Di antaranya, pembenahan tempat wudhu dan toilet masjid, peningkatan insentif imam desa dan pegawai syara, pendirian rumah Quran di setiap kampung, dan pembinaan hafidz/qari.

"Saya bersama Ustad Aziz telah memikirkan hal tersebut dan merupakan sesuatu yang bisa kita tunaikan. Program keumatan bukanlah jualan kampanye, tetapi upaya mendorong perbaikan Sulsel lebih baik ke depan," tandasnya.(*)

Penulis: Abdul Azis
Editor: Ardy Muchlis
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved