Breaking News:

Percepat Pengembangan Agrobisnis, Bupati Pasangkayu Libatkan Lembaga Ini

Catur Budi Harto menuturkan BNI menyediakan dana kredit Rp 13 triliun untuk disalurkan ke sektor-sektor produktif.

Penulis: Nurhadi | Editor: Hasriyani Latif
handover
Bupati Pasangkayu, Agus Ambo Djiwa foto bersama pengurus PISPI usai dialaog agrobisnis yang menghadirkan kelompok tani, pelaku usaha agrobisnis, tokoh masyarakat, dan tokoh pemuda Pasangkayu di pendopo rumah jabatan bupati, Sabtu (3/2/2018). 

Laporan Wartawan TribunSulbar.com, Nurhadi

TRIBUNSULBAR.COM, MAMUJU - Bupati Pasangkayu, Agus Ambo Djiwa menjadikan pengembangan usaha sektor pertanian atau agrobisnis sebagai salah satu prioritas di periode kepemimpinannya di kabupaten yang sebelumnya bernama Mamuju Utara.

Untuk mempercepat upaya pengembangan tersebut, Agus melibatkan para sarjana pertanian yang tergabung dalam Perhimpunan Sarjana Pertanian Indonesia (PISPI).

Baru-baru ini, ia mengundang sejumlah pengurus PISPI ke Pasangkayu untuk melakukan dialog dan merumuskan langkah konkret mempercepat pengembangan agrobisnis di wilayahnya.

Dialog yang menghadirkan sejumlah kelompok tani, pelaku usaha agrobisnis, tokoh masyarakat, dan tokoh pemuda di Pasangkayu berlangsung di pendopo rumah jabatan bupati, Sabtu (3/2/2018).

Baca: Kadis Pertanian: Mamuju Surplus 103.452 Ton Beras Tahun 2017

Pengurus PISPI yang hadir, antara lain Direktur Utama Perum Perikanan Indonesia yang juga alumnus Fakultas Pertanian UGM, Risyanto Suanda dan Direktur Bisnis Mikro dan Jaringan Bank BNI, Catur Budi Harto selaku bendahara umum PISPI.

Selaku pendiri dan anggota PISPI, Agus mengaku bersyukur bisa mengumpulkan dan menghadirkan tokoh-tokoh PISPI yang kini berkarier di berbagai profesi demi mendorong kemajuan daerah yang ia pimpin.

"Saya sengaja mengundang mereka bukan sekadar untuk reuni, tapi bagaimana bisa bersama-sama mengembangkan potensi di Pasangkayu, baik di bidang perikanan, pertanian, maupun pariwisata," kata ketua PDIP Sulbar itu dalam rilis yang diterima TribunSulbar.com, Minggu (4/2/2018).

"Di bidang perikanan misalnya, di Pasangkayu banyak tambak produktif udang vanamae dan ikan bandeng. Ini kebetulan hadir dari perikanan Indonesia dan juga BNI. Saya berharap ada solusi untuk pengembangan perikanan di Pasangkayu," lanjutnya.

Baca: Ini 9 Program Prioritas Dinas Pertanian Luwu Timur di 2018

Sementara itu, Catur Budi Harto menuturkan BNI menyediakan dana kredit Rp 13 triliun untuk disalurkan ke sektor-sektor produktif.

"Jadi kami siap bekerja sama dengan petambak di sini. BNI yang siapkan kredit, kami yang beli udang dan bandengnya," tambah Risyanto Suanda.

Ketua Dewan Pengawas PISPI Salman Dianda Anwar menambahkan, hal itu merupakan wujud nyata PISPI dalam bersinergi membangun kemajuan dalam bidang ekonomi.

Usai dialog, Bupati Agus mengajak seluruh rombongan untuk meninjau tambak-tambak milik masyarakat dan juga milik perusahaan asal Korea Selatan yang mengembangkan udang vaname di Pasangkayu.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved