Breaking News:

Mendagri Tunjuk Petinggi Polri Jadi Pejabat Gubernur, Prof Marwan: Jangan Macam-macam

Mantan anggota Polri ini, menjelaskan, memang dulu ada dwi fungsi ABRI dan salah satu di dalamnya polisi

Penulis: Abdul Azis | Editor: Suryana Anas
TRIBUN TIMUR/ABDUL AZIS
Prof Marwan Mas 

Laporan Wartawan Tribun Timur Abdul Azis Alimuddin

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Pengamat Hukum Universitas Bosowa (Unibos), Prof Marwan Mas, menilai penunjukan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo tidak relevan terkait rencananya menunjuk petinggi Polri menjadi pejabat sementara di dua daerah. Yakni Jawa Barat dan Sumatera Utara.

"Itu salah satu banyak kita kritisi. Salah satu perjuangan revormasi kita adalah tidak membolehkan itu ABRI (Angkatan Bersenjata Republik Indonesia)," tegas Marwan, Senin (29/1/2018).

Mantan anggota Polri ini, menjelaskan, memang dulu ada dwi fungsi ABRI dan salah satu di dalamnya polisi. Dwifungsi artinya, diperbolehkannya pejabat Polri menjabat di eksekutif dan legislatif.

"Tetapi kan setelah revormasi itu sudah tidak dibenarkan lagi. Meskipun benar ada perluasan peraturan dalam negeri nomor 1 tahun 2018 polri bisa masuk," kata Marwan.

"Bisa saja polisi masuk tapi pertanyaannya adalah apakah sudah tidak ada birokrat ataukah depertemen dan kementerian dalam negeri. Kenapa mesti mengambil dari insitusi polri? Kenapa tidak dari insitusi lain. Itu yang kita soroti terus," tambah Marwan.

Marwan pun meminta mendagri jangan macam-macam. Menurutnya, jangan sampai setitik noda, yakni menunjuk petinggi Polri menjadi pejabat gubernur nilai-nilai demokrasi selama ini terjaga dengan baik menjadi rusak.

"Bekerjalah sesuai mestinya dan jangan membuat kegaduan. Ini sudah mulai disoroti. Kita kuatirkan itu jangan sampai ada aksi-aksi demo yang bisa menghambat pelaksanaan pemilukada di dua provinsi itu," ungkap Marwan.

"Boleh jadi juga mempengaruhi daerah lain. Misalnya di Sulsel itu bisa saja ada demo meski bukan daerahnya yang ada petinggi Polri menjadi pejabat gubernur," tambah Marwan. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved