Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Pilgub Sulsel 2018

Inginkan Prabowo Presiden, Gerindra Harus Menang Pilkada

Merupakan kesempatan bagi Partai Gerindra untuk memenangkan pileg dan memuluskan langkah Prabowo Subianto untuk menjadi Presiden RI.

Penulis: Abdul Azis | Editor: Suryana Anas
TRIBUN TIMUR/ABDUL AZIS
Bakal calon Wakil Gubernur Sulsel Mayjen TNI (Purn) Tanribali Lamo 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Mantan Dirjen Kesbangpol Kementerian Dalam Negeri RI, Mayjen (Purn) Tanribali Lamo, berpendapat, satu-satunya cara agar Gerindra menjadi pemenang Pemilu dan Pilpres 2019 adalah memenangkan Pilkada Serentak 2018.

Menurut pria yang pernah mengawal 2 periode pemilu ini, dan 540 pilkada di Indonesia ini, dirinyalah yang mengatur jadwal pilkada serentak.

"Yang atur pemilu serentak saat itu saya, pada 2024 nanti semua bersamaan, pileg, pilres dan pilkada," katanya di Sekretariat Gerindra Makassar, Selasa (23/1/2018).

Hanya saja untuk Pilkada Serentak 2018, disebutnya memang belum bisa dilaksanakan bersamaan dengan pemilu legislatif dan pemilihan presiden.

Tapi hal itu sebenarnya menguntungkan partai politik. Alasannya karena parpol bisa memanaskan mesin untuk memenangkan pemilu legislatif.

Apalagi pilkada serentak 2018 menyasar hampir 60% penduduk Indonesia, dan diikuti oleh setudaknya 4 provinsi besar, yakni Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sulawesi Selatan.

"Kalau diperhatikan, pilkada 2018 hampir menyasar 60 persen penduduk Indonesia. Beberapa provinsi punya nilai jual tinggi, Sulsel jadi pertimbangan setelah Jawa," paparnya.

Mantan caretaker gubernur 4 kali ini menyebut, itu merupakan kesempatan bagi Partai Gerindra untuk memenangkan pileg dan memuluskan langkah Prabowo Subianto untuk menjadi Presiden RI.

"Ini kesempatan untuk kita di Sulsel. Kita harus menangkan di Sulsel agar tagline Gerindra menang Prabowo presiden menjadi mudah. Tidak ada cara lain menang pileg dan pilpres jika tidak menang pilkada," lanjut letting Prabowo ini.

Pada kesempatan itu, purnawirawan TNI berpangkat Mayjen ini juga memuji Wakil Gubernur Sulsel, Agus Arifin Nu'mang, karena Agus merupakan 1 dari sekitar 4 persen wakil kepala daerah yang kompak dengan kepala daerahnya hingga akhir masa jabatan.

"Di 34 provinsi dan 510 kabupaten/kota hanya 4 persen kepala daerah yang kembali bersama, termasuk pak Agus," paparnya.

Ia juga mengingatkan bahwa saksi pada pemilu, baik pilkada maupun pemilihan legislatif adalah hal yang penting.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved