Asik Pesta Sabu, Pegawai Rutan Mamuju Utara Dibekuk BNNP Sulbar

Pelaku juga diduga merupakan seorang bandar atau pengedar narkotika jenis sabu-sabu di wilayah Mamuju, Mamuju Tengah dan sekitarnya.

Asik Pesta Sabu, Pegawai Rutan Mamuju Utara Dibekuk BNNP Sulbar
ilustrasi

Laporan Wartawan TribunSulbar.com, Nurhadi

TRIBUNSULBAR.COM, MAMUJU - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulawesi Barat (Sulbar) meringkus dua pengguna narkotika jenis sabu-sabu berinisil SU (27) dan AS (26), Selasa (16/1/2018).

SU diketahui merupakan seorang pegawai negeri sipil (PNS) atau pegawai rumah tahanan (rutan) di Mamuju Utara dan AS merupakan pekerja buruh. Kedua ditangkap saat asik pesta sabu di rumah salah satu tersangka di Kelurahan Rimuku, Kecamatan Mamuju, Sulbar.

Dari tangan kedua tersangka, personel BNNP Sulbar menyita barang bukti berupa satu saset plastik berisi kristal bening diduga narkotika jenis sabu, dua buah alat hisap, satu buah pireks, lima korek api, satu buah gunting, satu pipet sendok berisi sabu, satu bungkus rokok, dan tiga unit ponsel.

"Mereka tertangkap saat berpesta sabu di rumah salah satu pelaku. Penangkapan dilakukan atas laporan masyarakat," ujar Kabid Brantas BNNP Sulbar, Herman Mattanete, dalam rilisnya ke TribunSulbar.com, Jumat (19/1/2018).

Baca: Polres Luwu Utara Amankan 56 Paket Sabu-sabu di 2017

Baca: Satres Narkoba Polres Bulukumba Ciduk Pengedar Sabu-sabu, Ini Barang Buktinya

Selain pengguna, pelaku juga diduga merupakan seorang bandar atau pengedar narkotika jenis sabu-sabu di wilayah Mamuju, Mamuju Tengah dan sekitarnya.

"Banyak warga yang selalu mengeluh atas keberadaan kedua tersangka karena dinilai membuat resah. Kedua sudah diamankan di tahanan BNNP untuk pemeriksaan lanjutan," tuturnya.

Herman mengungkapkan, tersangka SU juga sebelumnya pernah ditahan oleh pihak Kepolisian dengan kasus yang sama pada 2016 lalu.

"Pelaku dikenakan pasal 114 ayat 2, pasal 112 ayat 1 sub pasal 124 ayat 1 huruh A undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotikan dengan ancaman hukuman 4 tahun dan maksimal 12 tahun penjara serta denda paling sedikit 800 juta hingga delapan miliar," jelasnya.(*)

Penulis: Nurhadi
Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved