IGI Maros Curhat Soal Tunjangan Kinerja, Begini Tanggapan Irfan AB

Irfan menyetujui langkah IGI yang bergerak untuk memperjuangkan kepentingan guru, menyuarakan aspirasi guru

IGI Maros Curhat Soal Tunjangan Kinerja, Begini Tanggapan Irfan AB
ANSAR/TRIBUN TIMUR
Ketua Ikatan Guru Indonesia (IGI) Maros, Bagus Dibyo Sumantri (kiri) bersama Legislator DPRD Sulsel, Irfan AB saat bertemu di warkop Buana. 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Ansar Lempe

TRIBUN TIMUR.COM, MAROS - Legislator DPRD Maros, Irfan AB mengapresiasi langkah Ikatan Guru Indonesia (IGI) Maros yang mempotes Peraturan Pemberian Tunjangan Kinerja (Tukin) bagi pegawai lingkup Pemrov, Minggu (8/1/2018).

Pasalnya, kebijakan tersebut tidak melibatkan guru SMA-SMK. Padahal, sekolah tersebut telah diambil alih oleh Pemrov.

Irfan menyetujui langkah IGI yang bergerak untuk memperjuangkan kepentingan guru, menyuarakan aspirasi guru terkait aturan pemberian tunjangan kinerja.

"Saya apresiasi teman-teman IGI yang mengawal dan menyuarakan aspirasi guru. Semoga aspirasinya, dapat diterima oleh Pemrov," katanya.

Irfan berjanji segera berkoordinasi dengan pihak terkait untuk membahas aspirasi IGI. Dia juga minta IGI juga tetap mengawal aspirasi semua guru.

Terbitnya Peraturan Gubernur Sulsel tentang Pemberian Tunjangan Kinerja (Tukin) bagi pegawai lingkup Pemrov, membuat guru PNS, khususnya SMA-SMK dan Sekolah Luar Biasa (SLB) resah.

Pasalnya dalam Pergub Sulsel Nomor 130 tahun 2017 itu, pada pasal 7 ayat 2 disebutkan, Tukin tidak termasuk untuk guru. Hal tersebut membuat para guru protes.

Ketua Ikatan Guru Indonesia (IGI) Maros, Bagus Dibyo Sumantri mengatakan, pihaknya memperjuangkan supaya Pergub tersebut segera diubah, sebelum guru aksi besar-besaran.

Penulis: Ansar
Editor: Ardy Muchlis
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved