Teror Bom di Polsek Bontoala

Ledakan Bom di Mapolsek Bontoala Tak Terdeteksi CCTV Pemkot, Ini Penjelasan Kominfo

Insiden itu melukai Kapolsek Bontoala Kompol Rafiuddin, dan satu anggotanya Brigpol Junisyam.

Ledakan Bom di Mapolsek Bontoala Tak Terdeteksi CCTV Pemkot, Ini Penjelasan Kominfo
DARUL/TRIBUN TIMUR
Tim Inafis Polri cabang Makassar bersama Satreskrim Polrestabes Makassar gelar prarekonstruksi di Mapolsek Bontoala, Jl Sunu, Makassar, Senin (1/1/2018). 

Laporan wartawan Tribun Timur, Saldy

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -Insiden ledakan bom rakitan di Polsek Bontoala, Jl Sunu rupanya tidak terpantau oleh sistem Closed Circuit Television (CCTV) War Room Pemkot Makassar yang selalu dipuji oleh Walikota Makassar Danny Pomanto ini.

War Room yang berada di lantai 10 Kantor Walikota Makassar Jl Ahmad Yani pun kecolongan dengan insiden yang melukai Kapolsek Bontoala Kompol Rafiuddin, dan satu anggotanya Brigpol Junisyam.

Kepala Dinas Infokom Makassar Ismail Hajiali membenarkan hal tersebut. CCTV yang di monitori di ruang kontrol War Room ini tidak terdeteksi oleh CCTV Pemkot Makassar.

"Kita tidak punya kewenangan memantau kantor Polisi. Apalagi kantor polisi kita anggap sebagai wilayah steril dan aman jadi tidak kita pasang area itu," kata Ismail via telepon, Senin (1/1/2017).

Menurut Ismail di setiap Polsek, itu masing-masing memiliki CCTV dan bisa di kontrol melalui ruang pantau Polrestabes Makassar.

Sedangkan CCTV milik Polsek itu tidak terintegrasi dengan War Room yang ada di Kantor Walikota Makassar sehingga jelas tidak bisa memantau seluruh wilayah yang ada di wilayah kepolisian.

"Yang ada ada dekat wilayah kejadian bom itu hanya ada di Masjid Raya Makassar," katanya.

Masjid Raya sendiri berada sekitar 1 km dari Polsek Bontoala.

Terkait dengan ini, pastinya jauh dari harapan masyarakat. Pasalnya, operation room yang selalu diagungkan Danny Pomanto hingga apresiasi Kapolri ini tak berkutik dari aksi pelemparan bom ke Polsek Bontoala.

Saking canggihnya, War Room menjadi pusat studi banding bagi daerah - daerah yang ada di Indonesia, termasuk Gubernur Sumatera Selatan Alex Nurdin yang meminta Danny membantu Sumsel membangun Mini War Room seperti yang ada di Makassar. (*)

Penulis: Saldy Irawan
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved