Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Kontes Modifikasi Bikin Kreativitas Anak Muda Terpacu

Cara pabrikan Honda untuk terus memacu kreativitas anak muda didunia modifikasi patut diacungkan jempol.

Penulis: Hasriyani Latif | Editor: Hasriyani Latif
handover
Alqadry dan istrinya foto bersama usai menerima hadiah sebagai juara 2 kategori All Stok&Advance; pada ajang final battle HMC 2017di Yogyakarta, Oktober lalu. 

Laporan Wartawan TribunTimur.com, Hasriyani Latif

TRIBUNTIMUR.COM, MAKASSAR - Di garasi sebuah rumah di Kompleks Perumahan Unhas, Antang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) kerap terparkir beberapa unit motor.

Bukan ban bocor yang menunggu pengerjaan tambal. Bukan juga soal aki soak atau saringan udara kotor sehingga perlu diservis. Motor-motor itu menunggu giliran untuk dipermak.

Garage 13 Khadry. Begitu Alqadry menamai bengkel miliknya. Ukurannya tak begitu luas, namun cukup buat menampung beberapa unit motor. Pas juga buat lokasi tongkrongan asyik bagi para anak muda yang ingin berbagi informasi seputar dunia otomotif.

Ditemui tribun-timur.com, beberapa waktu lalu, ia terlihat sibuk beres-beres. "Sementara dibenahi. Bersih-bersih sedikit biar kelihatan lebih rapi," ujar pria 27 tahun itu. Bengkel yang sudah lama beroperasi itu dikelola secara mandiri. Tak ada asisten yang dipekerjakan untuk memudahkan kerja-kerjanya. "Karyawan tak ada. Teman-teman yang datang nongkrong di Garage biasanya sekalian ikut membantu," katanya.

Motor Honda Tiger milik Alqadry ikut dalam ajang Honda Modif Contest (HMC) 2017, di Phinisi Point, Makassar, Agustus lalu.
Motor Honda Tiger milik Alqadry ikut dalam ajang Honda Modif Contest (HMC) 2017, di Phinisi Point, Makassar, Agustus lalu. (hasriyani latif)

Garage 13 Khadry memang bukan seperti bengkel-bengkel yang ada di pinggiran jalan pada umumnya. Ini bengkel khusus modifikasi. "Saya melayani pengerjaan modif, motor trail juga," tuturnya.

Dikalangan bikers atau anggota komunitas motor, Garage 13 Khadry cukup familiar. Tak terhitung jumlah unit motor yang sudah ia reparasi. Menurutnya, di era sekarang ini peruntukan motor tak sekadar dipakai sebagai alat transportasi. Tak sedikit yang membeli motor untuk tujuan melampiaskan hobi atau lifestyle. "Tapi tetap nyaman dipakai yah," tandasnya.

Nah, di bengkel inipula, Alqadry mengutak-atik tunggangan lawas Honda Tiger produksi 1997 miliknya. Yah, motor kesayangan yang dijuluki 'Gassing' itu terparkir di sudut bengkel.

Siapa sangka, motor bekas yang ditebus dengan dana Rp 6 juta itu kini menjelma menjadi kuda besi yang gagah, sesuai dengan namanya Gassing yang dalam Bahasa Makassar berarti Kuat.

Sekilas, Anda yang melihat motor ini bisa jadi tak percaya bahwa itu adalah Honda Tiger. Bagaimana tidak, sebagian besar part dipermak. Bisa dibilang custom. Ada yang dibuat sendiri, adajuga yang menggunakan part jadi tapi dipoles lagi (hand made).

Untuk idenya sendiri, ia menceritakan, Gassing merupakan hasil kolaborasi antara chasis yang diambil dari konsep motocross dan bobber. Kemudian ada penambahan konsep cafe racer, thunder bike, dan flat tracker.

"Dasarnya itu kebetulan saya suka trail, rangkanya trail, arm belakangnya bobber. Sebagai pemanis sekaligus menggambarkan ciri khas Makasssar, saya 'ukir' nama Gassing lengkap dengan tulisan lontarak," ujarnya.

Alqadry memberikan ciri khas Makassar pada motor modifikasinya berupa tulisan lontarak.
Alqadry memberikan ciri khas Makassar pada motor modifikasinya berupa tulisan lontarak. (hasriyani latif)

Ia mengaku butuh waktu sekitar tiga bulan lebih untuk memodifikasi tunggangannya itu. "Bahkan saya itu pernah tak tidur, begadang sampai pagi. Namanya mendesain sebuah motor yah memang harus detail, satu per satu sehingga menghasilkan model kendaraan yang betul-betul kita inginkan," ungkapnya.

Lantas berapa dana yang dikeluarkan untuk mendandani kuda besinya itu? Saat tribun-timur.com menebak belasan juta, Alqadry spontan tertawa. "Itu rendah sekali. Seharga PCX," timpalnya.

Meski mengeluarkan uang sekitar Rp 40 juta, itu tak masalah baginya. Ia menuturkan, modifikasi sudah menjadi hobinya. Ditambah lagi, ia memang kerap mengikuti sejumlah kontes modifikasi, salah satunya kontes modifikasi akbar Honda Modif Contest (HMC).

Gassing memang pernah mejeng pada ajang HMC 2017 di Phinisi Point, Jl Metro Tanjung Bunga, Makassar, Agustus lalu. Waktu itu, kategori yang diikuti Alqadry adalah Free For All (FFA) dan berhasil keluar sebagai pemenang.

"Alhamdulillah juara 1. Mewakili region saya bawa lagi ke babak final battle HMC 2017 di Yogyakarta Oktobernya. Kategori yang saya ikuti All Stok&Advance. Keluar juara 2 waktu itu," tuturnya.

"Kalau menang, pasti ada perasaan bangga. Selain itu, ada kepuasan tersendiri ketika hasil karya kita dihargai," lanjutnya.

Ia mengungkapkan, cara pabrikan Honda untuk terus memacu kreativitas anak muda didunia modifikasi patut diacungkan jempol. "Tiap tahun bikin kontes dan besar, mewadahi ide dan kreativitas anak muda, itu luar biasa menurut saya. Bukan saya membangga-banggakan Honda, tapi kenyataannya lewat ajang positif seperti itu, kreativitas kita dituntun terus," jelasnya.

Ditambah lagi pemenang, kata dia, selain diganjar hadiah, juga diberikan proyek motor dan semuanya didanai oleh Honda. "Jujur, sebagai modifikator, saya salut dengan Honda. Dan saya juga senang dengan motor Honda, lebih simpel, termasuk soal oprekan tak neko-neko," ujarnya.

Terpisah, Om Yayat, warga asal Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan yang kerap mendapat tawaran job jadi juri disejumlah kontes modifikasi di Makassar juga menuturkan hal yang sama.

"Dibanding pabrikan lain, memang Honda punya acara kontes yang besar dan hadiahnya juga lumayan. Makanya banyak anak-anak bikers yang suka ikutan kontes Honda," kata Om Yayat yang juga penasehat disejumlah komunitas motor ini.

Sebelumnya, Manager Marketing Astra Motor Makassar, Henry Setiawan menuturkan HMC 2017 merupakan gelaran modifikasi akbar yang mewadahi kreativitas modifikator dan komunitas Honda.

Ajang ini digelar di 15 kota besar di Indonesia termasuk di Makassar. Makassar, sendiri, kata dia, adalah gudangnya modifikasi motor maupun mobil. HMC 2017 hadir lebih spesial dengan melombakan enam kelas.

Untuk motor Honda produksi tahun 2006 keatas, dibuka 4 kelas yakni kelas Matic & Cub Stok untuk gaya modifikasi Stock & Stickers. Kelas decals dengan mesin skutik dan cub, Matic & Cub Advance untuk gaya modifikasi Advance & Airbrush.

Paintings dengan mesin skutik dan cub, Sport Stock untuk gaya modifikasi Stock & Stickers. Juga decals dengan mesin sport, Sport Advance untuk gaya modifikasi Advance & Airbrush dan Paintings dengan mesin sport.

Selain itu, turut dibuka 2 kelas lainnya yakni kelas Free For All (FFA) untuk modifikasi tipe skutik, cub dan sport dengan gaya modifikasi ekstrem dan All Stock Advance. Banyaknya kelas yang dibuka ini tak lain karena modifikator saat ini makin kreatif.(*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved