Appi: Setiap Pemimpin Ada Masanya, Akhlak Jadi Pembeda
Sebagai Calon Wali Kota, Appi mengatakan bahwa tak semestinya terjadi pembandingan masa kepemimpinan.
Penulis: Alfian | Editor: Anita Kusuma Wardana
Laporan Wartawan Tribun Timur, Alfian
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR- CEO PSM Makassar yang juga Bakal Calon Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menjabarkan terkait kepemimpinan serta pandangannya terhadap kota Makassar saat mengisi Kuliah Umum atau Studium Generale di scara pembukaan Musyawarah Daerah (Musda) Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Makassar, Jumat (22/12/2017)
"Dengan banyaknya teori dan gaya kepemimpinan tetapi Ada yang namanya Akhlak Individu yang menjadi pembeda dalam menjalankan kepemimpinan," terangnya.
Sebagai Calon Wali Kota, Appi mengatakan bahwa tak semestinya terjadi pembandingan masa kepemimpinan.
"Makassar ini punya cerita panjang terhadap sosok kepemimpinan, banyak yang berhasil dan bisa menjadi acuan dan pembelajaran. Tapi banding membandingkan sangat tidak relevan sebab setiap zaman ada pemimpinnya setiap pemimpin ada zamannya," terangnya.
Yang terpenting menurutnya yakni dalam sebuah penentuan pemimpin dan kebijakan haruslah mengacu kepada karakter masyarakat sebuah kota.
Hal inilah yang kemudian menjadi pondasi keberlanjutan pembangunan dan kesejahteraan kota.
"Dalam Sebuah proses terjadinya pergantian, seharusnya kita menentukan kriteria sejak sedari awal kemudian mencari orang-orangnya. Ini sekarang terbalik, orangnya dulu baru disesuaikan dengan kriteria Makassar. Semenentara dalam perencanaan program perlu diklarifikasi agar tidak menghadirkan silang pendapat," tutupnya.
Sementara itu Dr Arif Wicaksono menilai bahwa Makassar sebagai kota yang terus berkembang pesat memerlukan pemimpin yang Paripurna. Modal 'coba-coba' saja menurutnya tak cukup dalam membangun kota yang menjadi gerbang Indonesia Timur ini.
"Makassar ini butuh pemimpin yang paripurna, bukan pemimpin yang coba-coba melainkan mereka yang paham apa kebutuhan masyarakatnya. Satu periode yang digunakan untuk bereksperimen hanya akan menghasilkan sesuatu yang tak maksimal," terangnya.
Sebelumnya KAMMI Makassar menggelar Musyawarah Daerah (Musda), Jumat (22/12/2017), di Aula Pesantren Pondok Madinah Jl Perintis Kemerdekaan.
Pembukaan Musda KAMMI yang ke-IV ini juga dirangkaikan dengan Diskusi Ilmiah atau 'Studium Generale' dengan menghadirkan dua narasumber utama.
Yakni CEO PSM Makassar yang juga bakal calon Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, serta akademisi sekaligus pengamat politik, Dr Arif Wicaksono.
Studium Generale yang berlangsung dan diikuti ratusan peserta itu mengangkat tema 'Meneropong Kepemimpinan dan Pembangunan di Makassar Lima Tahun ke Depan'.
Ketua KAMMI Makassar, Karim, yang juga bertindak selaku Moderator menjelaskan bahwa kegiatan Studium Generale direncanakan dihadiri oleh sejumlah bakal Calon Wali Kota maupun wakil Wali kota Makassar.
"Ada beberapa kami undang termasuk Wali Kota Danny Pomanto, serta Iqbal Djalil sebagai Calon wakil Wali Kota tetapi tidak ada respon, yang bersedia hadir cuma Pak Munafri," katanya.
"Padahal kami berharap tokoh-tokoh ini hadir untuk memaparkan terkait rancangan pembangunan Makassar kepada kami selaku mahasiswa," paparnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/appi_20171222_172607.jpg)