Kecamatan di Sidrap Ini Masuk Zona Merah Peredaran Narkoba

Peredaran narkoba di Sidrap terbilang tinggi dan telah melibatkan sejumlah pelajar.

Kecamatan di Sidrap Ini Masuk Zona Merah Peredaran Narkoba
amiruddin/tribunsidrap.com
Kajari Sidrap, Jasmin Simanullang 

Laporan Wartawan TribunSidrap.com, Amiruddin

TRIBUNSIDRAP.COM, MARITENGNGAE - Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Sidrap, Jasmin Simanullang, mengatakan pihaknya intens melakukan upaya pencegahan peredaran narkotika di sejumlah sekolah di Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan.

Hal tersebut dilakukan Jasmin, mengingat peredaran narkoba di Sidrap terbilang tinggi dan telah melibatkan sejumlah pelajar.

"Saya beserta sejumlah jaksa lainnya intens lakukan sosialisasi ke sejumlah sekolah sebagai langkah preventif guna menekan angka peredaran narkotika di Sidrap," kata Jasmin Simanullang kepada TribunSidrap.com, Selasa (19/12/2017).

Jaksa berdarah Medan tersebut menambahkan, beberapa kecamatan yang masuk zona merah peredaran narkotika, terus menjadi titik fokus upaya preventif yang dilakukan Kejari Sidrap.

Baca: Operasi Bersinar di Bantaeng, BNNP Sulsel Amankan Enam Penyalahguna Narkoba ke Makassar

Baca: Polisi Ringkus Bandar Narkoba Makassar, 145 Gram Sabu Disita

Zona merah yang dimaksud yakni Kecamatan Panca Rijang, Baranti, Dua Pitue, Watang Pulu, dan Maritengngae.

"Pengungkapan kasus yang dilimpahkan Polres Sidrap kepada kami, didominasi warga dari kecamatan tersebut. Makanya terus mendapatkan pantauan dari Kejari Sidrap," tuturnya.

Sekadar informasi, sejak tiga tahun terakhir (2015-2017) Kejari Sidrap telah memusnahkan narkotika seberat 2,2 kg.

Harga 2,2 kg narkotika tersebut ditaksir mencapai Rp 2,5 miliar. Jumlah perkara yang ditangani sekitar 347 perkara, dengan melibatkan sedikitnya 400 orang tersangka.(*)

Penulis: Amiruddin
Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved