Breaking News:

Maudu Lompoa Ri Cikoang di Takalar, Kapolda Sulsel Dapat Gelar Ini

Tentunya harus diamalkan dengan cara mengikuti atau mengimplementasikan seluruh amalan yang dilakukan oleh Rasulullah.

Penulis: Reni Kamaruddin | Editor: Hasriyani Latif
reni kamaruddin/tribuntakalar.com
Kegiatan tahunan Maudu Lompoa Ri Cikoang yang digelar oleh masyarakat Cikoang pengikut Al Aidid kembali berlangsung di Baruga Maudu Lompoa Desa cikoang, Kecamayan Mangarabombang, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Minggu (17/6/2017). 

Laporan Wartawan TribunTakalar.com, Reni Kamaruddin

TRIBUNTAKALAR.COM, MANGNGARABOMBANG - Kegiatan tahunan Maudu Lompoa Ri Cikoang yang digelar oleh masyarakat Cikoang pengikut Al Aidid kembali berlangsung di Baruga Maudu Lompoa Desa cikoang, Kecamayan Mangarabombang, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Minggu (17/6/2017).

Untuk pertama kalinya Kapolda Sulsel, Irjen Pol Umar septono turut hadir dalam ritual budaya tersebut bersama Kepala Biro Kesejahteraan Setda Sulsel Kurnia. Kapolda disambut oleh Sekda Takalar Nirwan Nasrullah bersama Forkopimda Takalar serta tokoh adat setempat.

Saat tiba, kapolda disambut dengan pengalungan sarung tenun khas Bugis Makassar serta tarian empat etnis dari KKN Reguler Universitas Negeri Makassar dan Tari Pajaga Makkunrai yang ditampilkan dari siswi SMP Negeri 3 Mangarabombang.

Irjen Pol Umar Septono mengatakan maulid ini merupakan salah satu bentuk kecintaan kepada Rasulullah. "Tentunya harus diamalkan dengan cara mengikuti atau mengimplementasikan seluruh amalan yang dilakukan oleh Rasulullah. Salah satunya sopan dan santun, jalin silaturrahmi, dan menjalankan ibadah wajib maupun sunnah yang dilakukan Rasulullah," tuturnya.

Pada kesempatan itu, Irjen Pol Umar Septono diberi gelar adat kebangsawanan dengan nama Imanyingarri Karaeng Barania Ri Laikang.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved