Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Progres Suplai Pasir Reklamasi Centre Point of Indonesia Telah Mencapai 100 Persen

Dengan konsep berbentuk burung garuda, lambang negara kita tercinta Indonesia, kawasan ini direncanakan akan menjadi icon baru

Tayang:
Editor: Edi Sumardi
DOK CIPUTRA

TRIBUN-TIMUR.COM - Centre Point of Indonesia (CPI) adalah sebuah jawaban atas kerinduan masyarakat akan sebuah hunian dikawasan Central Business District (CBD) premium dan berada di depan icon Kota Makassar, Pantai Losari.

Dengan konsep berbentuk burung garuda, lambang negara kita tercinta Indonesia, kawasan ini direncanakan akan menjadi icon baru dan daya tarik tersendiri untuk kota Makassar.

Sejak ditandatanganinya kontrak kerja antara JO Ciputra Yasmin dan PT Boskalis International selaku kontraktor reklamasi CPI pada awal 2016 yang lalu sejak itu pula proses perizinan panjang mulai dilaksanakan JO Ciputra Yasmin untuk mendatangkan kapal raksasa reklamasi TSHD Fairway.

Hingga akhirnya perjalanan panjang tersebut berbuah hasil pada Rabu, 14 Juni 201,7 tepatnya pada pukul 05:30 kapal TSHD Fairway berlabuh di Perairan Indonesia.

Target akhir tahun 2017 pengisian pasir pada 100 Ha area reklamasi CPI tentunya menimbulkan keraguan di hari masyarakat pasalnya kapal reklamasi baru tiba pertengahan 2017.

Namun, progress yang ada dilapangan cukup baik dan tepat waktu.

Hal ini tidak lepas dari tenaga ahli dari kontraktor asal Belanda PT Boskalis International.

Kapal reklamasi yang  digunakan untuk proyek ini, Trailing Suction Hopper Dredger (TSHD) Fairway merupakan salah satu kapal dengan kapasitas terbesar di dunia dengan kapasitas 35.000 m3 atau setara dengan 4.000 truk pasir.

Dalam sehari, kapal tersebut melakukan perjalanan pengisian pasir sebanyak 2.5 kali atau setara dengan 10.000 truk pasir setiap harinya.

Maka tidak heran pengerjaan pengisian pasir ini berjalan dengan sangat cepat.

Pada bulan November yang lalu, TSHD Fairway telah menyelesaikan tugasnya dan kembali ke Belanda. Supply pasir selanjutnya diteruskan oleh TSDH Gateway dengan daya kapasitas 24.000 m3.

Supply kebutuhan pasir di Centre Point of Indonesia dipastikan selesai dalam 1-2 minggu kedepan dan TSHD Gateway akan kembali ke Belanda pada minggu ketiga bulan Desember ini.

Metode yang digunakan bukanlah metode konvensionnal pengisian pasir, tetapi menggunakan metode layer per layar sehingga menghindari terjadinya slooping atau lumpur yang berada dibawah terangkat keatas.

Hingga saat ini, reklamasi Centre Point of Indonesia sudah selesai hingga tahap pengisian pasir dan dilanjutkan dengan pemadatan tahap pertama yakni, PVD (Prefabricated Vertical Drain).

Pemasangan PVD sendiri merupakan sistem untuk mempercepat settlement dengan memasukkan sebuah pita sedalam 20m ke dalam tanah untuk mengeluarkan air yang terjebak di bawah tanah.

Pemadatan selanjutnya dilakukan dalam 2 tahap.

Setiap lapis tanah reklamasi akan dipadatkan untuk meminimalisir penurunan tanah pada masa yang akan datang.

Proses pemadatan dengan PVD sudah dilakukan dibeberapa titik pada area reklamasi CPI.

Setelah pemadataan dengan PVD, akan dilanjutkan dengan Vibrofloatation, yakni pemadatan dengan memasukkan batangan baja ke dalam pasir dan kemudian digetarkan dengan tujuan untuk memadatkan partikel pasir.

Pemadatan berikutnya adalah dynamic compaction, yakni pemadatan dengan cara nenumbuk permukaan tanah dengan palu raksasa berberat 5 ton.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved