Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Mampir Makan Siang Menu Rumahan, Coba Lihat Tagihan Presiden Jokowi

Menurutnya, khusus di meja Jokowi ada sejumlah menu andalan Rafles yang dipesan.

Tayang:
Editor: Edi Sumardi
FACEBOOK.COM/MADAME TUSSAUDS HONG KONG
Presiden RI, Joko Widodo 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

BOGOR, TRIBUN-TIMUR.COM - Menu santap siang Presiden RI, Joko Widodo bersama rombongannya di Rumah Makan Rafles Cibogo, Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat cukup menarik.

Usai melakukan kegiatan di Sukabumi dan wilayah Bogor, Jokowi menyempatkan diri untuk beristirahat di Kawasan Puncak.

Seorang karyawan Rumah Makan Rafles yang enggan disebutkan identitasnya, kala Jokowi santap siang tak ada pegawai yang berani mendekat.

Pasalnya, ketika sedang bersantai mengisi perut, pengawal Jokowi tak berhenti melakukan pengamanan.

"Ketat, mas, sampe ada pengawal bulak-balik segala, saya gak liat dia makan," ujar petugas tersebut kepada TribunnewsBogor.com, Jumat (15/12/2017).

Ia bercerita kepada TribunnewsBogor.com soal suasana santap siang Presiden.

Baca: Alasannya Sederhana, Seorang Pria Paksa Pacarnya Berjalan Tanpa Busana di Jalan Raya, Lihat Videonya

Baca: Dikabarkan Dipecat di DAcademy, Rina Nose Akhirnya Ditampung di Program Ini, Berapa Ya Honornya?

Baca: Kesal Istri Cantiknya Minta Beginian, Suami Pun Nekat Mutilasi Dia di Dasar Jurang Karawang

Menurutnya, khusus di meja Jokowi ada sejumlah menu andalan Rafles yang dipesan.

Dari sop ikan sampai tahu dan tempe goreng.

"Menu makanan yang dipesennya itu banyak, tapi yang Pak Jokowi itu sop ikan gurame, udang asam manis, gurame goreng, gurame bakar, ayam goreng, tumis genjer dan tahu tempe," ujarnya.

Jumlah makanan yang dipesan cukup banyak, menurut pegawai tersebut rombongan memesan 75 porsi makanan dan minuman.

Tagihan makan rombongan Presiden RI, Jokowi.
Tagihan makan rombongan Presiden RI, Jokowi. (TRIBUNNEWSBOGOR.COM)

Total pembayaran dari pesanan tersebut pun terbilang fantastis.

Dari struk pembayaran yang didapat TribunnewsBogor.com, jumlah pembayaran dari menu makanan yang dipesan mencapai Rp 12.333.830,

"Iya ini tagihannya segini, 75 orang dan dibayarnya cash," ujar petugas kasir.

Beda Air Minum Era SBY dan Jokowi

Dalam setiap kali rapat kabinet di Istana, disiapkan air mineral dalam kemasan kepada setiap peserta rapat.

Pada era kepemimpinan Presiden RI keenam, Susilo Bambang Yudhoyono, disajikan air mineral merek premium Equil.

Baca: Raffi Dekati Ayu Ting Ting, Nagita Nangis saat Blak-blakan soal Kondisi Sebenarnya Rumah Tangganya

Baca: Ekspresinya Riana saat Menang Asias Got Talent Jadi Sorotan, Coba Perhatikan

Masih ingat kan Equil yang pernah heboh beberapa bulan lalu?

Equil heboh karena ada netizen tak dapat membedakan botol air mineral dan botol minuman keras.

Berwarna hijau dan berbahan kaca, botol Equil disangka botol minuman keras.

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama; Kapolda Metro Jaya, Irjen Tito Karnavian; politikus PDI Perjuangan, Maruarar Sirait yang semeja saat itu dan disajikan Equil sebagai minumannya disangka sedang pesta minuman keras.

Sebelum itu, Equil tak pernah dihebohkan karena disangka sebagai minuman keras, walau disajikan di hadapan pejabat tinggi negara, lalu disorot kamera pewarta serta diberitakan.

Berikut ini adalah foto dokumentasi rapat kabinet dimana disajikan Equil.

Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono memimpin rapat kabinet terbatas di Istana Bogor, Bogor, Jawa Barat, Senin (30/12/2013).
Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono memimpin rapat kabinet terbatas di Istana Bogor, Bogor, Jawa Barat, Senin (30/12/2013). (KOMPAS.COM/ICHA RASTIKA)
Rapat kabinet paripurna yang dipimpin Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat (5/9/2014).
Rapat kabinet paripurna yang dipimpin Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat (5/9/2014). (KOMPAS.COM/SABRINA ASRIL)

Pada era kepemimpinan Presiden RI ketujuh, Joko Widodo kebiasaan minum Equil rupanya diubah.

Presiden RI, Joko Widodo (ketiga kiri) dan Wapres Jusuf Kalla (kanan) bersama Menteri BUMN Rini Soemarno (kedua kiri) dan Menko PMK Puan Maharani (kedua kanan) bersiap menghadiri rapat terbatas mengenai perkembangan pembangunan Light Rail Transit (LRT) di Jakarta maupun di Palembang di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Senin (6/2/2017).
Presiden RI, Joko Widodo (ketiga kiri) dan Wapres Jusuf Kalla (kanan) bersama Menteri BUMN Rini Soemarno (kedua kiri) dan Menko PMK Puan Maharani (kedua kanan) bersiap menghadiri rapat terbatas mengenai perkembangan pembangunan Light Rail Transit (LRT) di Jakarta maupun di Palembang di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Senin (6/2/2017). (WARTA KOTA/HENRY LOPULALAN)
Presiden RI, Joko Widodo dan Wapres RI, Jusuf Kalla bersama jajaran menteri menghadiri rapat terbatas mengenai perkembangan pembangunan Light Rail Transit (LRT) di Jakarta maupun di Palembang di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Senin (6/2/2017).
Presiden RI, Joko Widodo dan Wapres RI, Jusuf Kalla bersama jajaran menteri menghadiri rapat terbatas mengenai perkembangan pembangunan Light Rail Transit (LRT) di Jakarta maupun di Palembang di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Senin (6/2/2017). (WARTA KOTA/HENRY LOPULALAN)
Presiden RI, Joko Widodo dan Wapres RI, Jusuf Kalla bersama jajaran menteri menghadiri rapat terbatas mengenai perkembangan pembangunan Light Rail Transit (LRT) di Jakarta maupun di Palembang di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Senin (6/2/2017).
Presiden RI, Joko Widodo dan Wapres RI, Jusuf Kalla bersama jajaran menteri menghadiri rapat terbatas mengenai perkembangan pembangunan Light Rail Transit (LRT) di Jakarta maupun di Palembang di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Senin (6/2/2017). (WARTA KOTA/HENRY LOPULALAN)

Air minum disajikan dalam rapat kabinet kali ini diubah dari Equil menjadi merek Azzikra.

Silakan lihat pula buktinya pada video di bawah ini dari channnel Presiden Joko Widodo.

Berikut wajah kemasan air minum Azzikra jika dilihat dari dekat.

Air Azzikra (TWITTER.COM/AGENAIRAZZIKRA)

Tentang Air Azzikra

Air Azzikra merupakan air hidrogen yang digunakan untuk mengobati berbagai macam penyakit, antara lain maag, kencing manis, prostat, jantung, kanker, menetralkan darah, menetralkan kolesterol, dan meningkatkan vitalitas.

Air minum merek ini diproduksi unit usaha Majelis Taklim Azzikra yang dipimpin dai kondang Kiai Muhammad Arifin Ilham.

Berapa harganya?

Melalui media sosiak Kaskus, dijual seharga Rp 10 ribu per botol atau Rp 200 ribu per dus isi 24 botol.

Melalui situs Tokopedia, dijual seharga Rp 18 ribu per botol.

Harga sebotol Equil tak jauh beda.

Sebuah situs belanja online menjual satu lusin Equil kemasan 380 ml seharga Rp 208.500.

Artinya, sebotol Rp 17.375.

Di minimarket Indomaret, harga per botol Rp 16.500.

Bandingkan dengan air mineral biasa ukuran serupa yang harganya terkadang hanya Rp 2 ribuan, Rp 3 ribuan, atau Rp 4 ribuan di minimarket lain atau warung biasa.

Tentang Equil

Melihat dari kemasannya yang kurang lazim, mungkin banyak yang menyangka jika Equil merupakan air minum impor dari Eropa.

Padalah, Equil merupakan Indonesia.

Tak percaya? Silakan cek laman resmi brand Equil, Equil-mineralwater.com.

Dalam sejarah perusahaan, Equil pertama kali diproduksi (dibotolkan) pada tahun 1998 di Villa D'Equilibrium, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat.

Lalu, saat "dilempar" ke pasaran, mereka yang meminati produk ber-brand internasional ini adalah ternyata orang Eropa.

Makanya, kemasan Equil pun dirancang secara eksklusif sebab pasarannya bukan hanya dalam negeri.

Inilah satu di antara produk dalam negeri yang menembus pasar ekspor ke Eropa.

Equil diminati lantaran perusahaan sangat menjaga kemurnian air yang langsung diambil dari sumber mataair di kaki Gunung Salak.

Caranya, menjauhkan dari penggunaan teknologi mesin pompa.

Air yang diambil dari sumber mataair langsung dibotolkan.

Beda dengan air mineral yang banyak beredar di pasaran, dimana harus melalui proses pemurnian menggunakan mesin.

1
[FOTO: NEWSTH.COM]
1
[FOTO: NOVITATA.HOL.ES]

Makanya, saat diminum, rasa Equil pun sangat segar.

Konsumen pun biasanya menggunakan untuk terapi.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved