Cuaca Ekstrem, Warga Enrekang Diimbau Siaga Bencana

Dalam laporan tersebut disebutkan, pada Desember hingga Februari mendatang, curah hujan di Kabupaten Enrekang berkisar

Cuaca Ekstrem, Warga Enrekang Diimbau Siaga Bencana
Muh Azis Albar/Tribunenrekang.com
Kepala BPBD Enrekang, Benny Mansjur 

Laporan Wartawan TribunEnrekang.com Muh Azis Albar

TRIBUNENREKANG.COM, ENREKANG - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Enrekang mengimbau warga agar tetap waspada bencama hingga tiga bulan ke depan.

Hal ini menyusul adanya laporan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Klas I Maros, Sulawesi Selatan, tentang prakiraan curah hujan yang akan terjadi mulai Desember 2017 hingga Februari 2018.

Dalam laporan tersebut disebutkan, pada Desember hingga Februari mendatang, curah hujan di Kabupaten Enrekang berkisar antara 201-400 mm/hari, atau bersifat di atas normal.

"Ini berarti, tiga bulan kedepan curah hujan di Kabupaten Enrekang akan sangat tinggi, dan kemungkinan bisa terjadi cuaca yang ekstrim," kata Kepala BPBD Enrekang, Benny Mansjur kepada TribunEnrekang.com, Selasa (12/12/2017).

Beberapa wilayah yang disebutkan di dalam laporan tersebut bersifat di atas normal adalah Kecamatan Enrekang khususnya di wilayah perkotaan, kecamatan Maiwa dan kecamatan Curio.

“Tiga wilayah itu masuk kategori di atas normal atau rawan. Tentunya ini akan menjadi perhatian BPBD untuk mengantisipasi dampak yang bisa ditimbulkan,” ujar Benny Manjsur.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, BPBD Enrekang menghimbau kepada seluruh warga melalui surat Edaran Bupati, untuk selalu siaga dan melakukan langkah cepat apabila terjadi bencana.

“Bupati sudah mengeluarkan surat edaran kepada para camat, desa dan lurah, agar menghimbau masyarakat waspada bencana, khususnya yang tinggal di bantaran sungai dan lereng-lereng gunung,” ucap Benny.

Ia menambahkan, Kabupaten Enrekang wilayahnya 80 persen pegunungan dan dialiri dua sungai besar, yakni sungai Mata Allo dan sungai Saddang.

Sehingga bencana yang sangat berpotensi terjadi adalah longsor, banjir dan angin putting beliung.

Penulis: Muh. Asiz Albar
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved