Sindikat Penadah Curanmor Lintas Kabupaten Dibekuk, Salah Satunya Mengaku Wartawan

Kapolres Gowa AKBP Shinto Silitonga menjelaskan ketiganya merupakan pelaku dengan sejumlah TKP di tiga kabupaten.

Sindikat Penadah Curanmor Lintas Kabupaten Dibekuk, Salah Satunya Mengaku Wartawan
WA ODE NURMIN
Tiga penadah dan satu pemetik curanmor lintas kabupaten berhasil ditangkap Resmob Polres Gowa. 

Laporan Wartawan Tribun Timur Wa Ode Nurmin

TRIBUN-TIMUR.COM, SUNGGUMINASA- Tiga penadah dan satu pemetik curanmor lintas kabupaten berhasil ditangkap Resmob Polres Gowa.

Keempatnya yakni Mansyur Daeng Sitaba alias Ancu, Muhammad Ardi daeng Mile (36), Ari daeng Tayang (42) sebagai penadah dan Idrus Majid daeng Nyau sebagai pemetik (27).

Dalam press rilis di mako Polres Gowa, Kapolres Gowa AKBP Shinto Silitonga menjelaskan ketiganya merupakan pelaku dengan sejumlah TKP di tiga kabupaten.

"TKP-nya itu Gowa, Makassar dan Takalar. Tapi lebih banyak di Gowa," katanya, Jumat (8/12).

Penangkapan para tersangka ini berawal dari penangkapan seorang warga Takalar Syaharuddin Daeng Tutu dan Udin atas beberapa kasus curanmor di Kecamatan Bontonompo dan Bajeng April dan Juni lalu.

Dari penunjukkan Syaharuddin, polisi kemudian mengejar Mansyur. Namun Mansyur menyerahkan diri dan menunjuk tiga rekan lainnya.

Dari keempat tersangka, salah satunya mengaku sebagai wartawan yang tinggal di Jeneponto atas nama Ari daeng Tayang.

"Motifnya mereka semua ada yang digadai dan dijual. Kalau dijual harganya antara Rp 2-3 juta. Sedangkan yang motif gadai biasanya motor yang masih baru," jelasnya.

Dari penangkapan itu, ada 11 motor yang diamankan senagai barang bukti, satu kunci letter Y, letter T dan 21 unit kunci roda dua, 25 lembar STNK berbagai merk, tujuh lembar BPKB, 12 lembar plastik pembungkus STNK dan dua pasang plat kendaraan roda dua dan roda empat.

Kanit Resmob Sat Reserse Polres Gowa Ipda Malelak mengatakan saat ini tim masih melakukan pengembangan terhadap puluhan lembar STNK.

Pasalnya STNK itu ketika dicek tidak sama dengan nomor mesin dan rangka.

"Ini masih kita kembangkan darimana dia dapat STNK. Karena menurutnya dia beli kertas nya dari Samsat. Baru di scan. Jadi mau kita tau apakah ada kerjasama dengan Samsat atau tidak," ujarnya.

Para pemetik dikenakan pasal 363 KUHP tentang curat dengan ancaman pidana tujuh tahun penjara dan penadah pasal 480 KUHP pidana enam tahun penjara.

Penulis: Waode Nurmin
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved