Lagi, Hatta Rahman Panggil Pedagang Pasar Sentral, Ada Apa ?
Pertemuan tersebut merupakan kali kedua setelah pertemuan dipimpin oleh Wakil Bupati, Harmil Mattotorang, beberapa waktu lalu.
Penulis: Ansar | Editor: Anita Kusuma Wardana
Laporan Wartawan Tribun Timur, Ansar Lempe
TRIBUN-TIMUR.COM, MAROS - Sejumlah pedagang pasar sentral Maros, kembali dikumpulkan oleh Bupati Maros, Hatta Rahman di gedung Serbaguna, Jumat (8/12/2017).
Pertemuan ini juga dihadiri oleh Wakil Bupati Maros Harmil Mattotorang, Ketua DPRD Maros Chaidir Syam dan Kepala Kejari Maros Eko Suwarni.
Pertemuan tersebut merupakan kali kedua setelah pertemuan dipimpin oleh Wakil Bupati, Harmil Mattotorang, beberapa waktu lalu.
Hatta Rahman mengaku sengaja mengundang pedagang. Alasannya pada pertemuan sebelumnya, dia ke Jakarta karena ada urusan penting.
Hatta mensosialisasikan langsung proses pemindahan pasar sentral ke Tramo, berdasarkan permintaan pedagang.
Bupati dua periode ini meminta kepada pedagang supaya tidak was-was saat pindah ke Tramo. Pedagang pasar sentral yang aktif berdagang, akan dipinjamkan lods dan kios Tramo secara gratis.
"Saya tegaskan, hanya pedagang pasar sentral yang aktif berjualan akan menjadi prioritas di pasar Tramo. Semua pedagang pasti akan mendapatkan lods dan kios," katanya.
Pedagang tersebut sudah didata oleh tim verifikasi. Nantinya, penempatan lods dan kios akan dilakukan dengan cara sistem undian. Hal ini untuk menghindari kecuragan.
"Jadi penempatan lods dan kios berdasarkan undian. Jadi tidak ada yang protes lagi, kenapa ditempatkan di tempat yang tidak diinginkannya," katanya.
Hatta mengaku telah memerintahkan, Dinas Koperasi, UMKM dan Pedagangan (Kopumdag) supaya segea membuka pendaftaran dan pencocokan data pedagang mulai Senin mendatang di Pasar Tramo.
Pedagang diwajibkan datang saat pencocokan tersebut. Jika tidak datang mendaftar, pedagang dianggap tidak mau lagi menjual di Pasar Tramo.
Suasana pertemuan kedua ini berlangsung aman. Tidak ada lagi oknum pedagang yang memprotes, seperti saat Harmil memimpin pertemuan.
Sementara, perwakilan pedagang Nurjaya berharap, Pemkab memverifikasi berkas pedagang yang akan dipindahkan ke Tramo dilakukan secara transparan. Dia tidak mengingkan, terjadinya kecurangan sehingga berdampak ke pedagang.
"Apakah lods dan kios di Tramo mampu menampung semua pedagang dari pasar sentral. Termasuk kaki lima, apakah mendapat tempat yang layak dan adil," katanya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/pasar-sentral-maros_20171208_184057.jpg)