Sidak Pasar Pabaeng-baeng dan Swalayan, Polisi Temukan Ini
Dilakukan Sidak bersama instansi terkait ini ialah untuk antisipasi melonjaknya harga.
Penulis: Darul Amri Lobubun | Editor: Suryana Anas
Laporan Wartawan Tribun Timur, Darul Amri Lobubun
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Tim Ditreskrimsus Polda Sulsel menemukan, harga telur naik 25 persen di swalayan dan pasar tradisional Kota Makassar.
Ditemukan naiknnya harga telur, jenis telur ayam negeri itu saat Ditreskrimsus Polda Sulsel dan instansi terkait di Sulsel melakukan Sidak, Selasa (28/11/2017)
Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani mengatalan, dilakukan Sidak bersama instansi terkait ini ialah untuk antisipasi melonjaknya harga.
"Jadi kami bersama beberapa instansi terkait di pemprov sulsel dan makassar untuk antisipasi lonjak harga sebelum hari natal dan tahun baru," kata Dicky.
Ditemukan, harga telur di Pabaeng-baeng, dari 30 ribu per-rak, naik sampai 44 ribu, sedangkan di pasar swalayan di Mal Panakukang (MP), naik 42 ribu.
Lanjut Dicky, sedangkan daging ayam potong dengan disparitas harga Rp 5.000 per ekor. Karena diketahui harga ayam potong di kota Makassar bervariasi.
"Kami akan lakukan penyelidikan faktor penyebab kenaikan, kegiatan ini akan dilanjutkan secara berkala di desember dan juga januari 2018," jelas Dicky.
Sidak yang dilakukan Ditreskrimsus ini, bersama instansi terkait seperti, Bulog, Dinas Pertanian Sulsel, BPOM Sulsel, Dinas Perdagangan Sulsel, KPPU Sulsel.
Dan juga Dinas Kesehatan Sulael, Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman pangan dan Hortikutural Sulsel, Bank Indonesia perwakilan Sulsel, dan PT Pertani.
Selain itu, juga dari Dinas Perdagangan Makasar, Dinas Kesehatan Makasar, Dinas Peternakan Provinsi Sulsel, Dinas Peternakan, Dinas Perikanan. (*)