Pilgub Sulsel 2018
Syamsuddin Karlos Dinilai Mendua, Pengamat: Harusnya Didisiplinkan
Kader dan pengurus Partai Amanat Nasional (PAN) di Sulawesi Selatan belum solid memenangkan pasangan Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman.
Penulis: Saldy Irawan | Editor: Ardy Muchlis
Laporan wartawan Tribun-Timur, Saldy
TRIBUN-TIMUR.COM,MAKASSSAR- Kader dan pengurus Partai Amanat Nasional (PAN) di Sulawesi Selatan belum solid memenangkan pasangan Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman.
Hal ini dibuktikan dengan sikap Bendahara Umum DPW PAN Sulsel Syamsuddin Karlos dan Ketua DPC PAN Makassar Hamzah Hamid yang selalu memamerkan salam Punggawa (simbol pasangan kandidat Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar atau IYL-Cakka).
Hal itu pun terlihat ketika menghadiri deklarasi calon Wali Kota Makassar Ramdhan Pomanto di Pantai Losari pekan lalu, Kamis (23/11).
Pengamat Politik Universitas Hasanuddin Zulhajar, Senin (27/11) mengatakan memandang hal tersebut, DPP PAN masih menyepelekan sikap resistensi kader dan pengurus PAN Sulsel yang cenderung mendukung kompetitor, yakni pasangan IYL-Cakka.
Hal tersebut dapat dibuktikan dengan keleluasaan para pengurus PAN masih mempromosikan kandidat lawan.
“Pengurus PAN di Sulsel patut didisiplinkan dengan aturan tegas dari DPP, meskipun saat ini masih dapat dikatakan dinamis, namun pada saat setelah kandidat bersama partai pengusung telah terdaftar di KPU, maka pengurus harus taat aturan partai dan tidak melakukan hal-hal yang kontra produktif bagi kandidat yang diusung partainya,” ujar Zulhajar via rilis tim Media NA-ASS ke tribun-timur.com.
Zulhajar menambahkan, sikap pengurus PAN Sulsel yang terkesan menduakan kandidat yang didukung partainya, akan ditafsirkan negatif oleh publik.
Salah satu poin penilaian menurut Magister Politik jebolan Universitas Gajah Mada ini, adalah terkait konsistensi dan soliditas antar pengurus PAN di pusat dan pengurus di daerah, dalam mengusung kandidat dalam Pilgub Sulsel 2018 mendatang.
“Konsistensi partai dan kader-kadernya menjadi catatan dan akan diingat publik, hal ini bisa berdampak pada sikap dan pilihan publik itu sendiri pada PAN,” pungkas Zulhajar.