Dewan Pendidikan: Kompetensi Guru Jadi Masalah Utama di Sulbar

Selain itu, mantan Kepala Dinas Pendidikan Polman itu, menyebutkan kualifikasi pendidikan untuk menjadi guru juga sangat rendah

Dewan Pendidikan: Kompetensi Guru Jadi Masalah Utama di Sulbar
nurhadi/tribunsulbar.com
Ketua Dewan Pendidikan Sulbar, H. Ansar Hasanuddin 

Laporan Wartawan TribunSulbar.com, Nurhadi

TRIBUNSULBAR.COM, MAMUJU - Dewan Pendidikan Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), mengungkapkan kompetensi guru yang tidak mumpuni menjadi masalah utama rendahnya kualitas pendidikan di Sulbar.

Hal itu diungkapkan Ketua Dewan Pendidikan Sulbar, H. Ansar Hasanuddin, saat ditemui TribunSulbar.com, usai mengikuti upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Persatuan Guru Republik Indonesai (PGRI) di Lapangan Upacara Kantor Gubernur, Jl. Abd Malik Pattana Endeng, Kelurahan Rangas, Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju, Senin (27/11/2017).

"Yang menjadi salah satu masalah utama pendidikan kita di Sulbar hari ini, masih sangat sedikit tenaga pengajar kita yang selesai mengikuti ujian kompersi guru," kata Ansar kepada TribunSulbar.com.

Selain itu, mantan Kepala Dinas Pendidikan Polman itu, menyebutkan kualifikasi pendidikan untuk menjadi guru juga sangat rendah di Sulbar, sehingga berpengaruh terhadap tingkat pendidikan di Provinsi yang ke-33 di Indonesia.

"Kemudian secara umum, kita masih sangat kekurangan guru mata pelajar secera spesifik pada suatu mata pelajaran tertentu yang dinilai benar-benar kompeten dalam bidangnya, seperti dari segi pengusaan materi belajar," ujarnya.

Ia mengatakan, pihaknya sudah melakukan upaya dengan membuat rekomendasi-rekomendasi kepada Gubernur terkait masalah tersebut.

"Kemudian masalah sara dan prasarana pendidikan juga menjadi masalah utama pendidikan kita, masih banyak sekolah yang belum memiliki Perpustakaan, dan masih banyak sekolah yang belum memiliki laboratorium yang seharus memiliki seperti SMK,"ungkapnya.

Ansar menyebutkan, dari data yang mereka miliki, khusus SMA masih tercatat sebanyak 358 ruangan belajar yang yang rusak, sementara SMK sebanya 420 ruangan yang rusak.

"Inilah yang saya kata bahwa hal yang paling mendasar di butuhkan disekolah itu tidak tersedia. Kita berharap Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten, benar-benar fokus menangani persoalan tersebut. Harapan kami didewan pendidikan semoga ini dapat menjadi perhatian utama demi mengankat kualitas pendidikan kita di Sulbar," tuturnya.

Penulis: Nurhadi
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved