Tekan Angka Kematian Bayi, Ini yang Dilakukan Dinkes Bantaeng

Juga dilakukan peningkatan kualitas tenaga kesehatan bidan dengan melakukan pelatihan asuhan persalinan normal.

Tekan Angka Kematian Bayi, Ini yang Dilakukan Dinkes Bantaeng
edi hermawan/tribunbantaeng.com
Kadis Kesehatan Kabupaten Bantaeng, Andi Ihsan. 

Laporan Wartawan TribunBantaeng.com, Edi Hermawan

TRIBUNBANTAENG.COM, BANTAENG - Untuk menekan angka kematian bayi saat melahirkan, Dinas Kesehatan Kabupaten Bantaeng punya program inovasi.

Program tersebut yakni Dinkes membentuk kader kesehatan pada tiap desa, yakni satu kader kesehatan ibu dan anak yang bertugas untuk mencari ibu hamil.

"Penyebab kematian bayi pada umumnya disebabkan karena terlambat dilayani. Jadi untuk mengantisipasi keterlambatan itu maka kami bentuklah kader kesehatan," kata Kadis Kesehatan Bantaeng, Andi Ihsan kepada TribunBantaeng.com, Minggu (26/11/2017).

Baca: Dinkes Bantaeng Bakal Libatkan Dai untuk Promosi Kesehatan

Baca: Angka Kematian Bayi di Luwu Utara Capai 79 Kasus

Setelah menemukan ibu hamil, diajaklah untuk memeriksa kehamilan dan bersalin pada tenaga kesehatan maupun pada sarana pelayanan kesehatan.

"Kader kesehatan berbeda dengan kader posyandu sebab mereka hanya bertugas untuk hal-hal yang berhubungan dengan kesehatan ibu dan anak," tuturnya.

Selain pembentukan kader kesehatan, juga dilakukan peningkatan kualitas tenaga kesehatan bidan dengan melakukan pelatihan asuhan persalinan normal (APN).

"Saat ini jumlah kader kesehatan sudah berjumlah sekitar 400 orang, berkisar antara lima hingga tujuh kader pada tiap desa," katanya.(*)

Penulis: Edi Hermawan
Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved