Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Pilgub Sulsel 2018

Lagi, Demokrat Tinggalkan Kader dan Usung Filgur Lain di Pilwali dan Pilgub

Demokrat resmi mengusung pasangan Danny Pomanto-Indira Mulyasari Paramastuti (DIAmi) pada Pilwali Makassar.

Penulis: Abdul Azis | Editor: Suryana Anas
HANDOVER
Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat akhirnya memutuskan untuk mengusung pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Sulsel, Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar. Hal ini menjadi keputusan dari Ketua Majelis Tinggi DPP Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono setelah rapat dengan Ketua DPD Partai Demokrat Sulsel, Ni'matullah di Ruang Perpustakaan, Puri Cikeas, Jawa Barat, Selasa (21/11/2017). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -Partai Demokrat resmi mengusung pasangan bakal calon wali kota dan wakil wali kota Makassar Mohammad Ramdhan ‘Danny’ Pomanto-Indira Mulyasari Paramastuti (DIAmi) pada Pilwali Makassar.

Demokrat ‘tega’ meninggalkan Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Sulsel, Syamsu Rizal Marzuki Ibrahim, yang dari dulu mencalonkan diri maju melawan petahana Danny Pomanto. Termasuk meninggalkan Ketua DPC Demokrat Kota Makassar Adi Rasyid Ali.

Meninggalkan kader bukan hal baru bagi partai berlambang mercy. Sebelumnya, Demokrat lebih awal meninggalkan tiga kadernya pada Pilgub Sulsel 2018. Mereka Ni’matullah Erbe, Aliyah Mustika Ilham dan Andi Nurpati.

Demokrat memilih mengusung pasangan Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar (IYL-Cakka) meski tidak mengikuti seluruh proses tahapan penjaringan oleh Demokrat Sulsel.

Selain pasangan DIAmi, partai bentukan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) juga mengeluarkan surat rekomendasi usungannya kepada sembilan pasangan bakal calon kepala daerah di Sulsel.

“Hasil rapat tadi di Cikeas yang dipimpin langsung oleh Pak SBY,” kata Ketua DPD Demokrat Sulsel, Ni’matullah Erbe, Kamis (23/11/2017) kemarin.

Wakil Ketua DPRD Sulsel tersebut menambahkan, rapat berlangsung singkat, yakni antara pukul 14.00-15.15 wita atau sekitar 1 jam 15 menit.

Terkait Pilkada Luwu dan Pilwali Parepare, Demokrat belum menentukan pasangan bakal calon, Ulla sapaannya mengaku bahwa dua daerah itu menunggu pasangan calon.

“Luwu dan Parepare ditunda. Ada hal-hal yang belum selesai secara teknis. Misalnya kesiapan paket 01-02nya,” jelas Ulla.

Demokrat mengontrol tujuh kursi di DPRD Makassar. Dibutuhkan minimal 10 kursi (20%) dari total 50 kursi di parlemen.

Adpun komposisi kursi di DPRD Makassar; Golkar (8 kursi), Demokrat (7), Nasdem, Gerindra, PPP, Hanura dan PKS masing-masing (5), PDIP dan PAN (4), sementara PBB dan PKPI masing-masing 1 kursi.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved