Bupati Mamuju Tinggalkan Demokrat Demi Partai Ini, Bosan Jadi Pengurus?

Bahkan foto tersebut sempat diunggah oleh Ketua DPC Demokrat Kabupaten Mamuju, H St Suraidah Suhardi beberapa waktu lalu.

Bupati Mamuju Tinggalkan Demokrat Demi Partai Ini, Bosan Jadi Pengurus?
nurhadi/tribunsulbar.com
Bupati Mamuju, H Habsi Wahid bertindak sebagai Irup pada upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Lapangan Upacara Kantor Bupati Mamuju, Jl Soekarno Hatta, Kelurahan Karema, Kecamatan Mamuju, Sulbar, Senin (2/10/2017). 

Laporan Wartawan TribunSulbar.com, Nurhadi

TRIBUNSULBAR.COM, MAMUJU - Bupati Mamuju, H Habsi Wahid, dikabarkan akan meninggalkan partai Demokrat atau partai yang mengantarnya menduduki kursi orang nomor satu di Mamuju pada Pilkada 2015 lalu.

Kabar berpindahnya mantan sekda Mamuju ini telah menjadi buah bibir di kalangan masyarakat Kabupaten Mamuju usai fotonya beredar luas di media sosial (medsos) mengenakan jas partai besutan Surya Paloh.

Bahkan foto tersebut sempat diunggah oleh Ketua DPC Demokrat Kabupaten Mamuju, H St Suraidah Suhardi beberapa waktu lalu.

Saat dikonfirmsi, Habsi mengatakan, secara resmi ia belum berstatus keanggotaan partai NasDem, namun ia mengaku sempat mengikuti Rakornas Partai NasDem karena mendapat undangan.

"Saya diundang untuk menghadiri Rakornas. Ketika diundang hadir di Rakornas tentu ada keinginan untuk kesana karena tidak mungkin diundang kalau tidak ada keinginan. Tapi secara formal belum karena saya belum punya kartu anggota," tutur Habsi.

Baca: Pimpin Upacara Hari Kesaktian Pancasila di Mamuju, Ini Pesan Habsi Wahid

Baca: Legislator Demokrat Mamuju di PAW, Ini Penyebabnya

"Saya kira perpindahan saya ini merupakan suatu proses atau wujud demokrasi yang baik sebab di Demokrat kemarin saya hanya sebatas pengurus bukan sebagai unsur pimpinan. Nah semoga di NasDem itu bisa sebagai unsur pimpinan," lanjutnya.

Bahkan, Habsi mengaku sudah melakukan pertemuan dengan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh. Hanya saja ia belum pernah menyinggung soal posisinya di NasDem.

"Saya kira niat berpindah partai ini, bukanlah suatu masalah kerana pada dasarnya kita memiliki tujuan yang sama untuk memajukan daerah. Tidak akan menjadi penghalang untuk membangun komunikasi yang baik dengan partai lain termasuk demokrat," tuturnya.(*)

Penulis: Nurhadi
Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved