Tolak Putusan Pengadilan, Eksekusi Lahan di Takalar Berujung Adu Mulut

Proses eksekusi nyaris berujung keributan, namun pihak tergugat tidak bisa berbuat apa-apa karena jumlah aparat kepolisian lebih banyak.

Tolak Putusan Pengadilan, Eksekusi Lahan di Takalar Berujung Adu Mulut
Reni Kamaruddin/tribuntakalar.com
Proses eksekusi lahan di Desa Parapunganta, Kecamatan Polongbangkeng Utara, Takalar, Sulsel, diwarnai adu mulut antara pihak tergugat dengan aparat keamanan, Rabu (22/11/2017). 

TRIBUNTAKALAR.COM, POLONGBANGKENG UTARA - Proses eksekusi lahan di Desa Parapunganta, Kecamatan Polongbangkeng Utara, Takalar, Sulsel, diwarnai adu mulut antara pihak tergugat dengan aparat keamanan, Rabu (22/11/2017).

Pihak tergugat tidak menerima hasil putusan pengadilan yang dibacakan.

Lahan yang dipersoalkan adalah sawah seluas 72 are dan 125 are.

Dalam eksekusi tersebut, pihak penggugat bernama Abd Radjab Hamzah Dg Tulu melawan pihak tergugat Tanjeng Dg Rauf Bin Nonko dan Haris Dg Nompo Bin Tarawe Dg Kunnu.

Proses eksekusi nyaris berujung keributan, namun pihak tergugat tidak bisa berbuat banyak karena jumlah aparat kepolisian yang dipimpin Kapolres Takalar AKBP Gany Alamsyah Hatta lebih banyak daripada jumlah massa.

Baca: Perkelahian Pelajar Macetkan Jalan Pallantikan Takalar

"Proses pembacaan eksekusi berjalan lancar, namun kita tetap melaksanakan pengamanan pribadi yang tidak menutup kemungkinan tindakan anarkis terhadap pihak yang dikalah," kata AKBP Gany Alamsyah Hatta.

Personel gabungan yang dikerahkan oleh Polres Takalar sebanyak 150 orang untuk pengamanan eksekusi lahan.(*)

Penulis: Reni Kamaruddin
Editor: Mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved