Bupati Pilih Kembangkan Jeruk Daripada Kakao di Pangkep, Ini Alasannya
upati Pangkep, Syamsuddin A Hamid, lebih memilih pengembangan jeruk Bali daripada kakao.
Penulis: Munjiyah Dirga Ghazali | Editor: Mahyuddin
Laporan Wartawan TribunPangkep.com, Munjiyah Dirga Ghazali
TRIBUNPANGKEP.COM, PANGKAJENE - Bupati Pangkep, Syamsuddin A Hamid, lebih memilih pengembangan jeruk Bali daripada kakao.
Alasan Syamsuddin memilih mengembangkan jeruk karena sudah menjadi potensi lokal asli daerahnya.
Selain itu, Kabupaten Pangkep sudah dikenal sebagai kabupaten penghasil jeruk yang pusatnya di Kecamatan Marang.
Berbagai macam jenis jeruk khas Pangkep seperti jeruk gula-gula, jeruk bencong, jeruk putih dan jeruk merah.
Baca: VIDEO: Wapres JK Resmikan Pusat Penelitian Kakao di Pangkep
"Meski saat ini akan dibangun pusat penelitian kakao di Pangkep tapi kita tetap akan prioritaskan jeruk khas Pangkep. Itu aset kuliner kita," ujarnya di Pangkajene, Selasa (21/11/2017).
Dia menambahkan, di Kabupaten Pangkep belum cocok penanaman kakao cuma untuk lokasi penelitian itu sangat strategis.
"Jadi petani jeruk boleh belajar juga soal kakao tapi tidak menghilangkan identitas asli kita sebagai petani jeruk," jelasnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/bupati-pangkep_20171121_143541.jpg)