VIDEO: Serunya Uji Nyali di Ayunan Raksasa Pesta Adat Desa Pasang Enrekang
Menariknya, ayunan ini tidak dilengkapi dengan peralatan safety seperti pada wahana objek wisata pada umumnya.
Penulis: Muh. Asiz Albar | Editor: Mahyuddin
Laporan Wartawan TribunEnrekang.com Muh Azis Albar
TRIBUNENREKANG.COM, ENREKANG - Ada yang menarik di pesta adat Maccera Manurung di Desa Pasang, Kecamatan Maiwa, Kabupaten Enrekang.
Sebuah ayunan ekstrem yang disebut maddoa' didirikan warga setinggi sekitar 20 meter.
Ayunan ini terbuat dari bahan sederhana seperti, batang pohon pinang, rotan, bambu dan juga papan.
Tiang penyangganya ada enam batang yang terbuat dari pohon pinang kemudian pada ujungnya saling dikaitkan dengan menggunakan tali rotan sebagai.
Rotan juga digunakan sebagai tali penyangga tempat stand dudukan bagi yang ingin berayun.
Baca: VIDEO: Begini Serunya Ritual Mappadendang di Pesta Adat Desa Pasang Enrekang
Menariknya, ayunan ini tidak dilengkapi dengan peralatan safety seperti pada wahana objek wisata pada umumnya.
Ayunan atau maddoa ini selalu menjadi bahan perhatian warga setempat maupun para pengunjung dari luar daerah.
Para pengunjung juga kerap ikut serta memacu adrenalinya dengan menaiki ayunan tersebut.
Dalam ritual maddoa' harusnya para kaum perempuan lah yang diayun.
Sementara para lelaki atau kaum adam bertugas menjadi penarik tali atau biasa disebut dalam bahasa daerah setempat derek.
Baca: VIDEO: Intip Ritual Maccera Manurung di Desa Pasang Enrekang
Meski begitu, para lelaki juga kerap penasaran ingin mencoba sensasi uji nyali di atas ayunan ekstreem tersebut.
Sayangnya, ayunan berjuluk Mandoa hanya bisa dilihat dan dilaksanakan saat pesta adat Maccera Manurung.
Sebab usai pelaksanaan ritual pesta adat, ayunan tersebut juga harus segera dibongkar.(*)