Orasi Ilmiah, Prof Kamaruddin Minta UIN Alauddin Evaluasi Kurikulum
Disampaikan saat orasi ilmiah dalam rangka milad Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (UIN Alauddin)
Penulis: Munawwarah Ahmad | Editor: Suryana Anas
Laporan Wartawan Tribun Timur Munawwarah Ahmad
TRIBUN-TIMUR.COM,MAKASSAR- Direktur Jenderal Pendidikan Agama Islam Kementerian Agama Republik Indonesia, Prof Phil Kamaruddin Amin membawakan orasi ilmiah pada sidang senat terbuka luar biasa dalam rangka milad Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (UIN Alauddin), di auditorium Senin (13/11/2017).
Dengan megenakan batik berwarna cokelat, Prof Kamaruddin Amin tak lupa menyampaikan selamat milad untuk UINAM yang ke-52. Dan di hadapan para peserta sidang yang terdiri dari civitas akademika, mahasiswa dan tamu undangan, Prof Kamaruddin memulai orasi ilmiahnya dengan menyebutkan kehebatan-kehebatan kampus luar Negeri. Termasuk Al Azhar yang ikut disebutkannya.
Namun terkhusus untuk UINAM, Prof Kamaruddin meminta dimilad ke-52, UINAM mengevaluasi diri sehingga bisa menjadi lembaga yang dikenal dimata Internasional.
"Milad ke-52 adalah momentum evaluasi. Momentum revitalisasi. Kapan UINAM bisa menjadi lembaga yang recognise secara Internasional? Atau Nasional dululah atau kalau berat lokal dulu aja,"kata Prof Kamaruddin.
Peof Kamaruddin juga berharap para guru besar dan doktor yang dimiliki UINAM bisa menjadi ikon.
"Sekali lagi bahwa SDM yang ada di kampus para akademisi harus betul-betul menjadi ikon agar bisa memerankan peran akademik dan sosialnya,"tambah Prof Kamaruddin.
Prof Kamaruddin Amin juga meminta kepada UINAM agar tak hanya lagi menjadi perguruan tinggi yang hanya bersosialisasi dengan mahasiswa melainkan sudah saatnya katanya UINAM memerankan sejumlah perannya di masyarakat. Seperti peran politik, ekonomi sosial dan peran lain yang dapat mengantarkan Indonesia memiliki daya saing bangsa yang kuat.
"Mari melakukan evaluasi di hari ulang tahun UINAM ini. Evaluasi tentang tri darma perguruan tinggi. Dan dimulai dari pendidikan dan pengajaran dulu sebelum penelitian dan pengabdian,"tambah Prof Kamaruddin.
Kamaruddin juga meminta Perguruan tinggi islam seperti UINAM bisa menjadi perguruan tinggi ideal di era globalisasi dan era kemajuan teknologi informasi seperti sekarang. Semua itu bisa dimulai dengan pengadaan buku teks bacaan yang berstandar perguruan tinggi yang maju di dunia.
"Buku teks yang kita baca disini harus sama dengan yang di Timur Tengah, Amerika, Australia dan Eropa. Ini agar para alumni kita ketika bertemu alumni Harvard dan alumni manapun tak pernah merasa minder karena apa yang mereka baca dan kaji sama,"terang Kamaruddin.
Kamaruddin melanjutkan bahwa sudah saatnya UINAM evaluasi kurikulum. Buku teks yang diberikan kepada mahasiswa harus standar Nasional dan Internasional. SDM harus berstandar internasional. Dan dosen tidak boleh membatasi diri hanya mendapatkan pengetahuan decara lokal.
"Profesor kita harus berkontribusi dalam dinamika intelektual Internasional,"tutip prof Kamaruddin.
2 Attachmen
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/kmhh_20171113_235707.jpg)