Imam Besar New York Shamsi Ali Galang Dana Bangun Pesantren Pertama di Amerika

Pria Kelahiran Bulukumba, Sulawesi Selatan yang dikenal sebagai juru dakwah alias mubaligh melakukan penggalangan dana melalui Nusantara Foundation.

TRIBUN TIMUR/HASAN BASRI
Imam Besar Muslim Centre di New York yang juga Presiden Nusantara Foundation, USA, Imam Shamsi Ali mengisi acara Roadshow Tabligh Akbar di Masjid Al Markaz Al Islami Jenderal M. Jusuf, Makassar, Jumat (7/7/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Timur Hasrul

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR --Imam Islamic Cultural Center of New York, Masjid terbesar di New York, Shamsi Ali tengah melakukan penggalangan dana untuk membangun pesantren pertama di Amerika Serikat bernama 'Pondok Nusantara Madani USA'.

Pria Kelahiran Bulukumba, Sulawesi Selatan yang dikenal sebagai juru dakwah alias mubaligh melakukan penggalangan dana melalui Nusantara Foundation.

Melalui situs galang dana Kitabisa.com, Presiden Nusantara Foundation tersebut mengajak umat Islam di Indonesia untuk turut mendukung.

Tercatat telah terkumpul dana umat senilai Rp 761.044.411 dari 530 orang donatur di laman Kitabisa.com/pesantrenamerika.

Rencana pendirian pesantren menempati lahan seluas 7,4 hektare di negara bagian Connecticut.

Imam Shamsi Ali menuturkan pentingnya dukungan untuk mendirikan pusat pendidikan islam di Amerika, melalui rilisnya kepada Tribun Timur, Senin (13/11/2017).

“Jika bicara pendidikan Islam di USA, masih belum ditemui pusat Pendidikan Islam yang dikelola oleh Muslim Indonesia, padahal terbukti bahwa muslim Indonesia memiliki warna dakwah yang khas dan unik dari yang disampaikan oleh komunitas Muslim asal Pakistan ataupun dari Timur Tengah. Setelah berkeliling ke beberapa tempat saya menemukan lokasi yang Insya Allah tepat untuk dijadikan pesantren," jelas Shamsi Ali dalam rilisnya.

Akan tetapi, keterbatasan waktu untuk bisa membayar biaya pembelian lahan membuat ia berharap kian banyak umat yang turut membantu.

“Setelah berdiskusi dengan land lord (pemilik lahan) kami diberi tenggat waktu untuk melunasi pembelian pada akhir November 2017. Jika tidak lahan ini bisa diambil pihak lain. Untuk itu saya mengajak sahabat-sahabat semua untuk berkenan mendukung pesantren ini," ajak Shamsi Ali.

Adapun biaya yang dibutuhkan untuk pengembangan lahan tersebut mencapai $ 1 juta dolar atau setara Rp 13 miliar rupiah.

Jumlah itu meliputi $750 ribu dolar untuk pembelian lahan dan $ 250 ribu dolar untuk pembersihan dan pengembangan lahan.

Publik yang ingin turut membantu bisa mengirimkan donasi melalui Kitabisa.com/pesantrenamerika.

Di momen hari pahlawan ini, mari kita turut membantu mereka yang menjadi pahlawan dengan terus membagikan syiar islam.(*)

Penulis: Hasrul
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved